SHARE
BPBD saat membekali Tim Tanggap Bencana Gunungkidul. tiras.co/bambang sk

GUNUNGKIDUL, tiras.co – Keuskupan Agung Semarang (KAS) melalui Yayasan Karina membantu tenaga relawan untuk kesiapsiagaan Pemkab Gunungkidul. Tercatat ada sebanyak 35 personil terwadahi dalam nama Tim Tanggap Bencana Rayon Gunungkidul untuk melayani masyarakat luas menjadi mitra dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gunungkidul.
Kerjasama Rayon Gunungkidul dengan Pemkab ditandai dengan komitmen bersama. Ke depan untuk saling menjalin kerjasama sinergis untuk kesiapsiagaan penanganan kebencanaan dan pengurangan risiko bencana. “Kami menyambut baik adanya relawan kebencanaan yang muncul secara mandiri seperti ini. Ini salah satu wujud kesadaran masyarakat untuk mulai memahami pentingnya pengurangan risiko bencana,” kata Seksi pencegahan kebencanaan BPBD Gunungkidul, Agus Wibawa Aifiyanto, dalam pelatihan dasar kebencanaan di Aula Ignasius Loyola kompleks Gereja Petrus Kanisius, Wonosari, Kamis (5/3/2020).
Agus berharap tambahnya komunitas relawan peduli kebencanaan untuk Gunungkidul ini akan semakin mewujudkan kesiapan Gunungkidul dalam gerak penanganan kebencanaan ke depan akan semakin terpadu dan tangguh.
Ia mengakui, selama ini memamg sudah ada komunitas relawan yang bersinergis kerja kemanusiaan bersama BPBD Gunungkidul. Akan tetapi, masih banyak kebutuhan sumber daya manusia yang lebih beragam ketrampilan dari relawan, mulai dari urusan posko dapur umum, evakuasi korban, hingga media komunikasi dan teknologi informasi. Menurutnya, relawan untuk kebutuhan konseling untuk tahap pemulihan traumatik korban bencana saat ini masih sangat minim. “Kehadiran relawan Karina Rayon Gunungkidul ini nanti juga bisa menjawab kebutuhan pemulihan pasca bencana untuk korban yang memang minim kita miliki,” ujar Agus.
Dengan menghadirkan relawan dalam kerja Tim Reaksi Cepat (TRC) diwakili Surisyanto, BPBD Gunungkidul berkesempatan ikut membekali pengetahuan kebencanaan relawan yang baru terbentuk 2019 lalu. Materi dari mulai bab regulasi hukum dan peraturan, hak dan kewajiban relawan, pola komunikasi relawan dengan Pemkab, hingga karakteristik dan peta bencana daerah disampaikan untuk menambah kapastas ketrampilan relawan dari tiga paroki di Kabupaten Gunungkidul yakni Paroki Santo Petrus Pulus Kelor, Paroko Santo Yusuf Bandung, dan Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari.
Direktur Karina KAS, Romo Martinus Sutomo Pr mengatakan, keberadaan Karina ada di setiap Keuskupan yang spesifik bergerak melayani bidang kebencanaan di tengah masyarakat. Dalam gerak pelayananan kebencanaan dibutuhkan kerja sama sinergis dengan pemerintah baik kabupatem, kota maupun level provinsi.
Romo Tomo ini menegaskan kerja relawan kebencanaan tidak hanya menunggu adanya bencana datang, apalagi kejadian tersebut tidak diharapkan oleh semua pihak. Akan tetapi, penyadaran masyarakat sejak dini sebagai program pengurangan resiko yang harus dillakukan sedini mungkin menyasar semua elemen masyarakat dari usia anak-anak, remaja, orang muda hingga oramg tua melalui edukasi dan sosialiasi.
Pihaknya akan terus menggandeng BPBD Gunungkidul serta komunitas relawan yang lain untuk bekerja sama membekali keterampilan relawan rayon yang dirintisnya secara bertahap. Agar nanti bisa membantu tugas kemanusiaan untuk masyarakat di Gunungkidul. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here