Home Berita Wow … Ragil Olah Kotoran Gajah Jadi Papan Komposit

Wow … Ragil Olah Kotoran Gajah Jadi Papan Komposit

498
0
SHARE
Ragil Widyorini mengolah kotoran gajah jadi papan komposit

JOGJA, tiras.co – KOTORAN gajah, orang Jawa menyebutnya tlethong, yang begitu banyak selama ini hanya menjadi sampah atau pupuk tanaman. Peneliti Fakultas Kehutanan UGM mencoba memanfaatkan kotoran yang beraroma khas itu menjadi papan komposit nan indah. Kelak masyarakat tak akan tahu kalau papan yang diinjaknya
berasal dari tlethong gajah.

“Hasil olahan papan komposit kotoran gajah tak kalah dengan pabrikan dan memiliki kelebihan ramah lingkungan,” tutur peneliti tersebut, Ragil Widyorini ST MT DAgr Sc di bengkel kerjanya, Laboratorium Rekayasa Biomaterial Departemen Teknologi Hasil Hutan, kemarin.

Kotoran gajah, berdasarkan penelitiannya, banyak mengandung serat dan bisa didaur ulang menjadi papan komposit. Ide awalnya berasal dari curhat mantan mahasiswanya yang telah bekerja di Taman Safari Pasuruan. Ia mengeluhkan kesulitan mengelola limbah kotoran gajah dalam jumlah yang cukup banyak.

Meskipun beberapa sudah dimanfaatkan menjadi pupuk dan diolah menjadi kertas untuk souvenir, tetapi kotoran gajah masih menggunung sehingga perlu dicari terobosan untuk mengatsi persoalan itu. Nah, dari situlah Ragil berusaha memanfaatkan kotoran gajah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Sepengetahuannya, hewan berbelalai itu makan rumput gajah yang banyak mengandung selulosa dan lignin dengan struktur seperti pada kayu. Karenanya kotoran yang dihasilkan potensial digunakan untuk pembuatan papan komposit.

“Setiap makan, sekitar 30-45 persen rumput tercerna sedangkan sisanya tidak tercerna dengan sempurna dan masih terlihat di kotoran sehingga sangat berpotensi menjadi bahan papan komposit,” jelasnya.

Proses pengolahan tlethong gajah menjadi papan komposit memerlukan beberapa tahapan. Langkah awalnya, membersihkan kotoran memakai air mengalir. Selanjutnya, kotoran yang telah dibersihkan dijemur hingga kering untuk menghindari tumbuhnya jamur.

Usai kering, kotoran dicampur perekat lalu dioven dalam suhu 80 derajat Celcius selama 18 jam untuk mengurangi kadar air. Hasilnya, kotoran dicetak dan ditempa panas dengan suhu 200 derajat Celius selama 10 menit. Akhirnya, jadilah papan komposit serat kotoran gajah berukuran 5×5 cm dengan ketebalan satu cm.

Pembuatan papan komposit memerlukan perekat dan ia menggunakan perekat asam sitrat hasil penelitian Fakultas Kehutanan juga. Perekat karya sendiri terbukti mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dibandingkan dengan menggunakan perekat pasaran yang biasa digunakan dalam produksi papan komposit.

“Untuk pembuatan papan komposit dengan ukuran tersebut, perlu 500 gram bahan yang terdiri atas 400 gram kotoran gajah dan 80 gram perekat. Misalnya ingin membuat papan komposit ukuran 1×1 meter dengan tebal satu cm dibutuhkan sekitar 8 kilogram gajah,” papar Ragil.

Tidak sulit mencari bahan seberat itu karena gajah dalam sehari bisa menghasilkan kotoran hingga 100 kilogram. Separo dari jumlah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan papan komposit. Dengan demikian dari satu ekor gajah dapat dihasilkan senam papan komposit 1×1 meter setiap harinya.

Setelah melalui serangkaian penelitian untuk memperoleh formula yang tepat dan uji coba sejak 2014 silam, akhirnya dihasilkan papan komposit yang sesuai standar. Hasil uji lengkung, uji tarik, uji lengkung basah, dan uji rendam menunjukkan papan komposist serat kotoran gajah memiliki kualitas di atas standar yang ditentukan oleh Japanese Industrial.

yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here