Home Berita Wow, Gudeg Bakal Dibikin Tahan Lama

Wow, Gudeg Bakal Dibikin Tahan Lama

581
0
SHARE
Batan akan meneliti agar gudeg bisa awet (foto: Bambang sk)

JOGJA, tiras.co –Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kini tengah meneliti agar makanan khas Yogya, gudeg, lebih awet dan tidak mudah basi.

“Kita diminta Asosiasi Gudeg Yogya, bagaimana supaya makanan gudeg lebih tahan lama,” kata Kepala BATAN Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubroto di sela-sela peresmian Iradiator Gamma, Dormitory serta fasilitas Distributed Control System (DCS) di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) BATAN, Babarsari, Yogyakarta, Selasa (19/12/2017).

Menurutnya, BATAN kini terus meneliti kompleksitas makanan khas Yogya tersebut. Ini mengingat di dalam gudeg terdiri bermacam jenis makanan, seperti krecek, tahu, tempe, telur, ayam, selain gudegnya sendiri. “Itu masing-masing butuh penelitian sendiri-sendiri, berapa radiasinya yang aman dan bisa mengawetkan. Sifatnya hanya membutuhkan mikro organisme (makluk kecil) dibunuh, sehingga gudeg menjadi tahan lama,” jelas Djarot.

Ketua STTN-BATAN Edy Giri Rachman Putra PhD, sebelumnya menjelaskan, pihaknya terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikannya. Kali ini, STTN menambah fasilitas pendidikan berupa pembangunan laboratorium Iradiator Gamma, dengan aktivitas 12 kilo currie (kCi), Dormitory serta DCS.

Menurutnya, penambahan fasilitas tersebut bukan semata untuk kebutuhan mahasiswa saja, tapi juga dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia. Dengan penambahan fasilitas pendiikan ini diharapkan STTN nantinya menjadi perguruan tinggi nuklir yang unggul di tingkat regional.

Gedung Iradiator ini dilengkapi Iradiator Gamma bikinan Hongaria, yang kerja sama dengan PT. Gamma Mitra Lestari (GML) sebagai penyedia. Ke depannya, Iradiarot tersebut akan digunakan untuk praktik mahasiswa dan penelitian dosen serta mahasiswa baru STTN mulai tahun akademik 2018/2019.

STTN, juga membangun Dormitory, terdiri dari 3 lantai yang akan diguankan untuk menampung mahasiswa baru setempat. Selain itu, membangun laboratorium DCS, yakni suatu sistem terkomputerisasi. Proses di mana pengendali didistribusikan melalui suatu sistem yang dapat dikendalaikan semua orang dengan cepat dan mudah. Sebagai wujud apresiasi kepada para pendahulunya, laboratorium iradiator dinamai Laboratorium Iradiator Dr Mirzan T. Razzah, sedangkan dormitory dinamai Dormitory Dr Sutomo Budihardjo.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here