Home Berita Wajib Pidato Bahasa Jawa

Wajib Pidato Bahasa Jawa

433
0
SHARE
Pemerintah Desa Banyurejo dan wakil dari UMY menandatangani kerja sama seleksi perangkat desa. (tiras.co/ambardi)

SLEMAN, tiras.co – Meskipun Perda pengisian perangkat desa di Sleman tidak ada pasal yang menyebutkan adanya tes pidato berbahasa Jawa, namun ada beberapa desa yang dalam melakukan pengisian perangkat desa menyeleksi pidato dengan bahasa Jawa. Bahkan desa- desa tersebut akan mewajibkan semua perangkatnya harus mampu pidato dengan bahasa Jawa.

Hal itu terungkap dalam acara pembekalan tes calon perangkat desa, Desa Banyurejo Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman di aula balai desa, Senin 25/11 2019.

Menurut Ketua panitia pengisian perangkat desa, Irwan Darmanto, tahun ini di Desa Banyurejo ada pengisian dua jabatan dukuh yakni Dukuh Mbulan dan Dukuh Tangisan.

”Sesuaia ketentuan Perda tentang pengisian perangkat desa di Sleman, dalam pengisian jabatan dukuh tidak dilakukan pemungutan suara, tetapi dengan cara seleksi.

Sedang materi seleksinya, meliputi tes tertulis, ketrampilan komputer, dan psikologi. Namun khusus di Desa Banyurejo, dalam seleksi pengisian perangkat desa ditambah dengan seleksi pidato berbahasa Jawa,” papar Irwan.

Libatkan Kampus

Ia menjelaskan dalam pengisian jabatan perangkat desa ada seleksi dan pelaksanaanya harus melibatkan sejumlah perguruan tinggi yang ditunjuk Pemkab Sleman.

Demikian pula, dalam seleksi pengisian dua jabatan dukuh di Desa Banyurejo, pengujinya diserahkan kepada pihak perguruan tinggi yaitu Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Bahkan dalam ujian pidato berbahasa Jawa, pelaksanaanya juga diserahkan kepada UMY.

Karena itu, dalam pembekalan tes calon perangkat desa menghadirkan pihak UMY, dan pada acara tersebut juga dilakukan penandatangana berita acara pelaksanaan seleksi oleh pihak desa dan tim penguji dari kampus.

Menurut Irwan seleksi pengisian perangkat desa dengan pidato berbahasa Jawa tidak untuk mempersulit calon namun untuk melestarikan bahasa Jawa sekaligus sebagai sarana pendidikan budi pekerti kepada para generasi muda. Seleksi perangkat desa dengan menyertakan seleksi pidato bahasa Jawa baru pertama kali dilakukan di Desa Banyurejo.

”Karena memiliki dampak positif dan mendapat dukuhgan banyak pihak, pengisian perangkat desa berikutnya juga akan dilakukan tes pidato berbahasa Jawa. Bahkan nantinya semua perangkat desa di Banyurejo akan diwajibkan bisa pidato berbahasa Jawa,” tandasnya.

Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharto yang hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa penyelenggaraan seleksi pidato bahasa Jawa dalam pengisian perangkat desa di Banyurejo tidak melanggar peraturan. Bahkan, hal ini justru perlu dikembangkan di desa-desa lain, karena menjadi salah satu bentuk dukungan desa terhadap keistimewaan DIY.(ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here