Home Berita Uskup Militer Italia Puji Peran TNI dan Polri

Uskup Militer Italia Puji Peran TNI dan Polri

314
0
SHARE

AKARTA, tiras.co – Indonesia dinilai dapat menjadi contoh bagi banyak negara dalam pelaksanaan demokrasi dengan mengedepankan toleransi.

Berbicara dengan Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro yang berkunjung ke kantornya di Roma, Italia pada Rabu (5/6/2019), Uskup Militer Italia Mgr Santo Marciano mengapresiasi peran berbagai pihak di Indonesia dalam mewujudkan toleransi selama ini termasuk dalam pesta demokrasi. Secara khusus Santo Marciano memuji peran TNI dan Polri yang dinilai secara sungguh-sungguh menjaga NKRI.

Dalam kunjungan tersebut, alumnus Lemhannas PPSA XXI itu didampingi Pastor senior Leo Mali Pr yang berasal dari Keuskupan Agung Kupang NTT, dan Pastor Antonius Suhermanto Pr dari Keuskupan Tanjungkarang, Lampung.

Menurut Santo Marciano, dunia internasional selalu mengikuti apa yang terjadi di Indonesia, karena negara ini merupakan negara yang sangat luas wilayahnya, negara dengan penduduk terbanyak di dunia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak dan berada dalam posisi strategis dalam percaturan politik dunia khususnya pada saat ini.

“Tidak mudah memerintah sebuah negara yang begitu heterogen dengan berbagai latar belakang perbedaan. Hanya penyelenggara negara yang sadar betul akan kekhasan Indonesia yang mampu menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk menyelenggarakan negara serumit Indonesia dibutuhkan toleransi yang tinggi dan kekuatan militer dan polisi yang handal,” ujar Santo Marciano.

Santo Marciano mengakui masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang ramah dan sangat menjunjung tinggi toleransi serta saling menghormati. Ini bisa terbukti dari keluarga-keluarga yang dikunjungi ketika datang ke Indonesia pada 2018.

Oleh karena itu sudah sepantasnya, Santo Marciano menambahkan, dirinya mengapresiasi semua pihak yang dengan berbagai upaya mempertahankan sekaligus menjaga toleransi antaragama, antarsuku ataupun antar kelompok. “Secara khusus saya memuji peran TNI dan Polri yang secara sungguh-sungguh dan bahu-membahu menjaga Indonesia dan toleransinya. Ketika TNI dan Polri lemah, Indonesia akan menghadapi berbagai ancaman, dan dunia internasional tidak menghendaki itu. Kami menginginkan Indonesia kuat dan bersatu. Toleransi dan kerukunan adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan,” tegas Uskup Militer Italia itu.

Putut Prabantoro menjelaskan, kunjungannya ke Keuskupan Militer Italia itu merupakan pemenuhan janjinya kepada Santo Marciano yakni sebagai kunjungan balasan atas pertemuan keduanya di Indonesia pada 2018.

“Apa yang disampaikan Mgr Santo Marciano mendorong kami untuk mewujudkan toleransi dan kerukunan di Indonesia senyatanya tanpa kenal lelah. Hubungan Indonesia dan Italia telah menginjak usia ke 70 tahun semenjak 1949 ketika Italia mengakui kemerdekaan Indonesia atau dua tahun setelah Vatikan secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia pada Juli 1947. Vatikan menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia atas peran Uskup Pribumi pertama, Mgr. A. Soegijapranata SJ,” jelas Putut Prabantoro, yang juga menjabat sebagai Ketua Presidum Bidang Komunikasi Politik ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia).*/bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here