UGM Bagikan 11.000 Alat Rapid Test

26KRAPID-FOTO
RAPID TEST: Penyerahan alat rapid test di Puskesmas Mlati.(Foto: Tiras/ist)

JOGJA, tiras.co – Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Kemenristek membagikan 11.000 produk alat uji deteksi cepat Covid-19 di beberapa dinas kesehatan dan rumah sakit daerah di Indonesia. Alat uji rapid test yang dibagikan tersebut merupakan hasil karya inovasi peneliti UGM dan gabungan peneliti dari perguruan tinggi lain. Produk yang diberi nama RI-GHA merupakan singkatan dari Republik Indonesia-Gadjah Mada Hepatika Airlangga.
Peneliti utama RI-GHA, Prof Sofia Mubarika, mengatakan alat uji diagnosis cepat corona berbasis antibodi untuk mendeteksi IgM dan IgG yang diproduksi tubuh untuk melawan Covid-19.
Menurutnya sebelum diuji coba, penelitian dan pengembangan RI-GHA sudah mengikuti proses panjang untuk menyempurnakan kualitas produk sehingga tidak kalah dengan produk komersial sejenis di pasaran.
”Alat ini sudah melewati suatu proses panjang, kemudian diperbaiki terus-menerus dengan memperbaiki formula yang tepat,” kata Sofia Mubarika di sela-sela penyerahan bantuan sebanyak 1500 buah produk RI-GHA kepada Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo di Puskesmas Mlati II Sleman, baru-baru ini.
Sofia menambahkan pembuatan alat diagnosis ini sebagai bagian dari kontribusi para peneliti untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan pandemi.
Ia pun mengapresiasi Kemenristek RI yang turut membantu membagikan 11.000 produk secara gratis ke masyarakat.

Kemandirian Bangsa
Alat RI-GHA diproduksi pabrik kesehatan UGM Science and Techno Park di Minomartani, Sleman. Inovasi alat kesehatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan alat deteksi Covid-19 yang mudah diaplikasikan, akurat, dan dapat diproduksi dalam negeri untuk mendukung kemandirian bangsa dalam menghadapi pandemi.
Alat diagnosis cepat Covid-19 ini dibagikan di FK UnSoed Purwokerto sebanyak 2.000 unit, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta 1.500 unit, Dinas Kesehatan Gunungkidul 1.500 unit, Dinas Kesehatan Kulon Progo 1.500 unit, Dinas Kesehatan Kota Makassar sebanyak 1.000 unit, RSU UMM (Malang) 1.000 unit dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang sebanyak 1.000 unit.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengpresiasi UGM dan Kemenristek yang membagikan alat diagnosis cepat karya peneliti UGM dan Universitas Airlangga. Ia berharap alatnya bisa diproduksi lebih banyak dengan harga yang terjangkau. ”Untuk sekali uji dengan RI-GHA hanya kena biaya Rp 75.000. Padahal uji rapid test yang sudah dipesan Kabupaten Sleman untuk produk rapid test sebelumnya seharga Rp 85.000 ribu untuk sekali uji dalam rangka antisipasi klaster pasca kegiatan pilkada,” imbuhnya.
Kepala Subdirektorat Industri Pangan, Kesehatan dan Obat, Kemenristek RI, Novi Mukti Rahayu, mengharapkan produk inovasi dari kampus UGM bisa membantu penanggulangan Covid-19 di Tanah Air. Ia menerangkan produk inovasi yang dibagikan tidak hanya sampai pada alat uji diagnostik namun juga produk inovasi lain seperti ventilator dan obat herbal.
yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here