Home Senggang Tongseng dan Bakso Sidat Siluk Gurihnya Bikin Ketagihan

Tongseng dan Bakso Sidat Siluk Gurihnya Bikin Ketagihan

837
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Ikan sidat menjadi incaran para mancing mania. Tak jarang mereka berburu sampai ke luar kota bahkan luar provinsi untuk mendapatkan ikan yang kaya protein tersebut. Ikan ini memang gurih, duri sedikit di tengah, dagingnya empuk. Konon, belum lengkap rasanya makan ikan tanpa mencicipi sidat. Di Desa Siluk, Bantul, ada Warung Serba Sidat yang semua menunya berbahan dasar ikan sidat.

Ada bakso sidat yang kenyil nan gurih, sate sidat yang krenyes-krenyes, tongseng dengan aroma rempah yang menggoda dan beberapa lagi lainnya. “Kami sengaja hanya satu bahan dasar yakni sidat karena mencari makanan ini memang susah, banyak orang ke sana-sini dan harus membayar mahal untuk mencicipinya. Karena itu kami sediakan agar penggemar tidak perlu bingung-bingung harus cari ke mana,” tutur pemilik warung, Andini.

Masakan spesial di warungnya yang selalu tersedia yakni bakso dan tongseng sidat. Khusus sate harus bersabar menunggu agak lama karena prosesnya juga memerlukan waktu. Bahan dasar ikan sidat ia peroleh dari pemancing. Setiap seminggu sekali pasti ada yang datang dari sekitar DIY maupun Jawa Tengah. Bahkan pemancing dari Cilacap juga secara rutin menyetor sidat.

Ikan yang diperoleh berukuran besar-besar, paling kecil berdiameter lia centimeter dan yang besar dengan diameter lebih sepuluh centimeter dan panjang satu meter juga banyak. Ikan dalam kondisi hidup sehingga Andini lebih gampang menyimpan dan memprosesnya.

Rempah-rempah

Selain daging empuk dan rasa gurih, sidat juga terkenal berbau amis. Tetapi di tangan Andini ikan tersebut sama sekali tidak beraroma amis.Kuncinya, bumbu rempah-rempah yang banyak untuk menghilangkan atau menetralisir bau amis. Niscaya, tidak akan keluar bau amis seperti di warungnya.

“Kuncinya, daging ikan segar dan banyak rempah-rempahnya sehingga bau amis hilang dengan sendirinya. Untuk bakso, ikan direbus dulu baru kemudian digiling halus dan dicampur dengan tepung pati kanji,” imbuh Andini.

Bakso dengan kuah bening tanpa lemak memang mengundang selera terlebih disajikan sore hari ketika cuaca dingin. Rasa khas sidat berpadu dengan bumbu rempah seperti merica, bawang putih plus kecap dan sambal cabai mentah membuat air liur tertahan di kerongkongan.

Menu lain yang tak kalah lezat, sate dan tongseng sidat. Perpaduan rempah-rempah membuat aroma segar asap sate yang membumbung. Ikan sidat tidak perlu dibakar terlalu lama karena dagingnya lembut, halus akan cepat matang.”Setelah tongseng, sajian bakso sangat pas untuk meredakan panas akibat cabai rawit yang begitu menonjok, Yang sudah ke sini pasti ketagihan,” tutur seorang pengunjung, Suparman, yang sudah biasa menikmati menu khas sidat.

yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here