Home Berita Tingkat Kesembuhan Penderita Covid-19 di Sleman Capai 86,9 Persen

Tingkat Kesembuhan Penderita Covid-19 di Sleman Capai 86,9 Persen

41
0
SHARE
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Dr. Joko Hastaryo MKes. (Foto:ist)

SLEMAN, tiras.co – Meski warga Kabupaten Sleman yang positif terpapar virus corona terus bertambah, namun yang sembuh jumlahnya juga banyak. Karena itu, warga Sleman tak perlu resah adanya wabah virus corona. Namun kewaspadaan dalam mencegah penyebaran virus tersebut harus ditingkatkan, dengan selalu melakukan protokol kesehatan Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Joko Hastaryo MKes, sampai 3 November 2020 lalu, warga Sleman yang terpapar covid-19 mencapai 1.807 orang. Jumlah tersebut memang tertinggi bila dibanding jumlah orang yang terpapar virus corona di empat kabupaten dan kotamadya se DIY.

Namun tingkat kesembuhan penderita virus corona di Sleman juga tertinggi di DIY dan Nasionalbyakni mencapai 1.559 orang atau 86, 9 persen dari jumlah penderita. Karena tingkat kesembuhan penderita vovid-19 di DIY hanya mencapai 82 persen dan tingkat kesembuhan tingkat nasional baru mencapai 79 persen dari jumlah penderita covid di Indonesia.

Sementara penderita virus corona di Sleman yang meninggal, sampai 3 November kemarin mencapai 30 orang. Tetapi, penderita virus corona yang meninggal sebanyak itu, semuanya kormobid atau terpapar virus corona, tetapi juga terjangkit penyakit berat lainnya, seperti hipertensi, gula darah, ginjal dan terpapar virtus corona.

”Akibat penyakit penyerta tersebut, membuat ketahanan tubuh penderita menjadi lemah, sehingga saat terpapar virus corona daya tahan tubuhnya bertambah lemah, yang akhirnya penderita virus corona yang kormobit tersebut tak bisa tertolong,” ujar Joko.
Rapid Test

Mengenai, banyaknya warga Sleman yang diketahui terpapar virus corona, karena Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memang terus melakukan pencarian penderita, dengan cara memperbanyak kegiatan rapid tes. Melalui cara tersebut, bila mengetahui ada warga yang positif terpapar virus corona, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus melakukan penelusuran penyebab orang tersebut terpapar virus corona.

”Bila orang yang terpapar merupakan anggota suatu komunitas, seperti pedabag pasar, karyawan perkantoran/ penghuni pondok pesantren dan sebagainya, maka seluruh anggota komunitas tersebut terus di lakukan rapid tes. Bila ada yang reaktif, maka yang reaktif tersebut terus dilakukan tes swab. Bila dan yang positif terus diisolasi dan dilakukan tindakan medis hingga sembuh. Melelui program cari dan kendalikan atau Candak virus corona tersebut, akhirnya banyak pula warga yang diketahui terpapar virus corona,” paparnya.

Banyaknya penderita covid-19 yang berhasil disembuhkan karena beberapa faktor. Di antaranya, karena para penderita tertib dan taat melakukan berbagai saran tim medis yang merawatnya. Selain itu, juga cukupnya tenaga medis dan lengkapnya sarana prasarana yang diperlukan untuk merawat penderita covid-19.

”Mengingat program candak virus corona tersebut sangat efektif untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, maka program tersebut akan terus dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan,” imbuh Joko.(Ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here