Home Berita Tidak Ber-NIK, 53 Ribu Warga Bantul Tak Terima Bantuan

Tidak Ber-NIK, 53 Ribu Warga Bantul Tak Terima Bantuan

533
0
SHARE
BST
BST: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memberikan arahkan pentingnya Data Basis Terpadu (BST), pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Data Terpadu Tahun 2017, di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (24/8) malam. (Ist/Humas Kemenko PMK)

BANTUL, tiras.co- Dinas Sosial Kabupaten Bantul memastikan hingga September ini sebanyak 53.000 warga belum memiliki Nomor Induk Kependudukan. Akibatnya, mereka tidak berhak atas bantuan pemerintah dalam hal kesehatan maupun bantuan lainnya dari pemeritah.

Kepala UPT Penanggulangan Kemiskinan Dinas Sosial Lestari Hardyaningsih menyatakan selain tidak memiliki NIK. Sebagian warga sebenarnya sudah memiliki NIK namun tidak lengkap.

“Sesuai aturan, untuk bisa mendapatkan perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan semua jaminan kesehatan setiap warga harus memiliki NIK dan masuk Data Basis Terpadu (BST) Pemkab Bantul,” jelasnya Selasa (12/9/2017).

Karena tidak memiliki NIK, 53.000 warga itu juga tidak masuk dalam BST.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk) Kabupaten Bantul. Sampai 2016 dari total 928.976 jiwa warga Bantul, tercatat sebanyak 154.404 warga berkategori miskin.

Dari jumlah itu, warga yang mendapatkan jaminan dari PBI dari APBN sebanyak 95.956 jiwa sedangkan dari PBI APBD Bantul mencapai 5.497 jiwa. Total warga Bantul yang mendapatkan PBI dari pusat maupun daerah sebanyak 101.363 jiwa.

“Kami saat ini berupaya melakukan verifikasi data ulang ke 53.000 warga itu. Tujuan verifikasi ulang ini agar mereka bisa dimasukkan ke BDT Bantul sehingga berhak akan jaminan kesehatan dan bantuan lain pemerintah,” pungkasnya.

kukuh s

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here