Home Berita Tidak Becus, Copot! (2)

Tidak Becus, Copot! (2)

275
0
SHARE
Opini Isnaini Muhammad

LIHAT saja yang terjadi dengan kemarahan orang Papua karena asrama mahasiswa digeruduk gara-gara info hoax berantai di media sosial. Akibatnya sungguh sangat di luar nalar. Kerusuhan pecah begitu saja di beberapa daerah Papua Barat dan Papua sebagai dampak di Surabaya.

”Ini seperti api dalam sekam. Mudah sekali muncul tindakan spontan yang merusak tanpa memikirkan akibatnya. Bangsa ini sedang sakit parah karena intoleransi. Bukan hanya di bidang agama tapi sudah masuk ke banyak hal. Ini sangat berbahaya! Harus dihentikan dengan tindakan penegakan hukum sangat tegas! Jangan lagi ada ketakutan terhadap kekuatan ormas tertentu,” ucap almarhum KH Hasyim Muzadi dalam satu kesempatan.

Ketika perusakan dianggap bagian dari ibadah, kemudian negara dianggap menindas ulama dan akibatnya agama menjadi memberontak kepada negara, maka akan bubar semuanya. Tidak ada jalan lain kecuali harus ada tindakan sistematis dari hulunya, mulai pendidikan. Kalau tidak mempan, hukum turun tangan dan kalau masih mental juga, baru represif.

Tak mudah mengurus Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahwa negeri ini dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, tidak terbantahkan. Bahwa setiap pulau dan laut mampu menjadikan Indonesia akan Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur, sangat bisa.

”Saya itu terbang dari Aceh langsung ke Papua, sembilan jam. Kalau saya terbang ke Eropa sembilan jam, itu sudah melewati beberapa negara. Artinya apa…negara kita itu besar sekali ! Kalau ada riak-riak masalah, itu ya wajar saja. Di Aceh panen, tapi di Maluku banjir. Di Banjarmasin hujan tapi di NTT kekeringan belum di wilayah lain gempa. Ya itu semua fakta demografi negara kita ini. Kita harus mampu melihat situasi ini sebagai konsekuensi negara kita yang negara kepulauan. Karena memang keragaman kita juga besar sekali. Kecuali kalau negara kita itu seperti Australia. Meskipun sangat besar tapi dalam satu hamparan daratan. Tidak terpisah luatan. Nah kalau itu, akan beda situasinya. Ini…ini yang perlu kita pahami,” papar Presiden Jokowi di depan 44 organ sukarelawan di Istana Merdeka beberapa hari sebelum dilantik.

SDM Unggul

Program utama sangat priotritas yakni menciptakan SDM unggul harus benar-benar diwujudkan. Karena itu merupakan langkah besar dan sat u-satunya yang dapat memberangus mental-mental pecundang. Mental-mental yang menghitung keringat berjuang dan menagih imbal jasa dalam bentuk jabatan dan kedudukan di elite pemerintahan.

Susah setengah mati mau merubah wajah negeri ini. Ada yang mencontohkan Jokowi itu ibarat memasuki rumah yang sudah 50 tahun kosong, tidak dihuni dan ditelantarkan. Mau membersihkan halaman, ularnya keluar. Mau menyapu teras, coro-coronya keluar. Mau mengepel lantai ruungan dalam rumah, giliran semutnya keluar. Sampai mau membersihkan halaman belakang, tikusnya keluar.

Saya sangat setuju Jokowi tegas kepada para pembantunya. Tidak becus ya copot! Itu lebih baik daripada jabatan dipertaruhkan tetapi risikonya rakyat dan bangsa yang bakal menerima. Selamat bekerja Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri dan wakil menteri !.(Opini Isnaini Muhammad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here