Home Berita Terorisme Musuh Bersama (2)

Terorisme Musuh Bersama (2)

284
0
SHARE
Foto: Ismail Hasani / istimewa

JAKARTA, tiras.co – SETARA Institute mengutuk segala bentuk terorisme dan ekstremisme kekerasan (violent extremism) serta penggunaan doktrin ideologis apapun untuk mengganggu dan merusak tatanan hidup bersama bangsa dan negara.

Direktur Eksekutif SETARA Insitute, Ismail Hasani menegaskan hal itu menanggapi penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto dan beberapa lainnya dalam sebuah acara di Pandeglang, Banten. Menurutnya terorisme benar-benar mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Terorisme merupakan ancaman nyata. Karena itu, pemerintah harus selalu menyiagakan dan memobilisasi sumber daya yang memadai untuk mencegah dan menangani ekspresi puncak ekstremisme kekerasan tersebut, demi menjaga dan melindungi keselamatan seluruh warga negara,” tandas pengajar Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Meski demikian, lanjutnya, pencegahan terorisme menuntut pemerintah harus memiliki formula yang presisi, holistik dan berkelanjutan dalam kerangka HAM dan demokrasi. Pemerintah harus fokus pada hulu terorisme dan mempersempit enabling environment yang mempercepat inkubasi terorisme.

Gerakan Kebhinekaan

Terorisme dan segala bentuk ekstremisme kekerasan merupakan musuh bersama seluruh bangsa dan umat manusia. Karena itu, pencegahan dan penanganannya tidak cukup mengandalkan kelembagaan dan sumber daya negara.

”Negara memang harus menjadi agensi utama dalam pencegahan ekstremisme kekerasan. Namun demikian, dibutuhkan juga partisipasi dan keterlibatan warga, khususnya dalam pencegahannya sehingga akan terbangun perlawanan semesta terhadap terorisme,” tegas Ismail.

Ia memberi saran agenda penguatan ketahanan warga (resilience) adalah kebutuhan untuk membentengi warga dari paparan dan intrusi gerakan dan narasi antikebhinekaan dan Pancasila.

Dalam konteks itu, pendidikan kebhinekaan dan tata kelola yang inklusif harus digalakkan, agar seluruh anak bangsa dapat hidup bersama secara damai di tengah aneka perbedaan.

Di samping itu, promosi toleransi mesti menjadi agenda kolektif yang berkelanjutan. Merebaknya intoleransi dan radikalisme harus ditangani sejak dini. SETARA Institute mengingatkan kembali bahwa intoleransi merupakan anak tangga pertama menuju terorisme.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here