Home Tekno Temuan UGM, Mikroalga untuk Bahan Bakar Biojet

Temuan UGM, Mikroalga untuk Bahan Bakar Biojet

21
0
SHARE
6jBAKAR-FOTO
Tim Peneliti UGM /tiras.co/ist

JOGJA, tiras.co – Peneliti UGM sejak 2008 mengembangkan mikroalga sebagai sumber bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Riset yang melibatkan kolaborasi antarpeneliti dari Fakultas Biologi, Teknik dan Pusat Studi Energi UGM tersebut bertujuan memanfaatkan potensi mikroalga di perairan Indonesia yang jumlahnya cukup melimpah dan belum teridentifikasi. Kandungan lipid dan karbohidrat sebagai sumber bahan bakar layaknya senyawa karbon ternyata menarik minat perusahaan Jepang dan badan penelitian negara itu untuk bekerja sama.
Peneliti UGM, Dr Eko Agus Suyono dari Fakultas Biologi UGM dan Prof Dr Arief Budiman dari Fakultas Teknik dan Perusahaan dari Jepang (Euglena Co Ltd) telah ditunjuk badan penelitian dan pengembangan nasional Jepang, New Energy and Industrial Technology Development Organization: Japanese National Research and Development Agency, untuk pengembangan teknologi produksi bahan bakar biojet dengan teknologi berbasis mikroalga.
Eko Agus mengungkapkan proyek kerja sama riset UGM dan Jepang akan mengembangkan mikroalga Euglena sebagai bahan bakar pesawat terbang bisa diproduksi secara massal. Menurutnya kampus terus mengoleksi mikroalga lokal yang hidup di lingkungan alam Indonesia dan memilih strain yang tumbuh paling efisien dalam kondisi cuaca di Indonesia.
”Kami juga telah mengevaluasi kandungan dan sifat lemak dan minyak yang terakumulasi pada mikroalga terpilih. Mikroalga potensial sebagai bahan bakar pesawat terbang karena sumbernya dari organisme hidup, tingkat produktivitasnya tinggi, cepat panen, kaya sumber bahan bakar nabati, hemat lahan, dan bisa menyerap CO2,” jelasnya.

Proses Isolasi
Ia menjelaskan untuk melakukan pengubahan kandungan mikroalga menjadi sumber bahan bakar, tahap ekstraksi dilakukan dengan melakukan proses isolasi dan optimasi kultivasi strain lokal, lalu dilanjutkan dengan identifikasi kandungan senyawa. Selanjutnya teknologi proses konversi untuk menjadi bahan bakar nabati hampir sama dilakukan seperti teknologi pada bahan bakar minyak dan gas. Pada dasarnya sama dengan senyawa untuk migas.
Menurut Eko Agus, Euglena merupakan salah satu spesies mikroalga yang mampu menyerap CO2 melalui fotosintesis dan tumbuh dengan menyimpan karbon sekaligus menghasilkan oksigen. Adapun karbon yang diserap oleh Euglena terakumulasi sebagai lemak dan minyak di dalam sel. Dengan proses kimiawi, Euglena dapat mengubah lemak dan minyak menjadi berbagai jenis karbohidrat yang digunakan untuk biodiesel dan biojet untuk pesawat terbang yang berkelanjutan.
Ia dan teman-temannya menggunakan CO2 yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga batu bara yang dapat digunakan untuk bahan baku proses fotosintesis Euglena yang diisolasi dari Indonesia yakni di Yogyakarta dan Kalimantan. Apabila proyek riset bersama ini berhasil, inisiatif UGM dalam mendorong salah satu program Sustainable Development Goals (SDGs) yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk berkontribusi pada pembangunan global yang berkelanjutan bisa tercapai.
Kolaborasi antarpeneliti riset UGM bekerja sama dengan Euglena Co Ltd juga bekerja sama dengan beberapa lembaga dan industri antara lain DENSO Corporation, ITOCHU Corporation, Mitsubishi Chemical Corporation, Mitsubishi Kakoki Kaisha, Ltd., Tokyo University of Marine Science and Technology and Chuo University. yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here