Home Berita Teliti Perempuan Jawa, Maria Goreti Raih Gelar Doktor

Teliti Perempuan Jawa, Maria Goreti Raih Gelar Doktor

822
0
SHARE
Maria Goreti

JOGJA, tiras.co – Ketua KSM Bedah Mulut RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, drg Maria Goreti Widiastuti meraih gelar doktor setelah meneliti 22 perempuan dengan status gigi indeks eichner kategori A. Gelar doktor diraih dalam ujian doktor di Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta, Selasa (27/2/2018).

Penelitiannya berjudul ‘Kajian Morfometri Kraniomaksilofasial Perempuan Jawa dengan Perangkat Lunak Computed-ided-Design (CAD) untuk Rekonstruksi Pasca Reseksi Ameloblastoma Mandibula’. Ameloblastoma mandibula artinya tumor jinak pada tulang rahang yang asalnya dari sel-sel epitel pembentuk email gigi yang tidak mengalami diferensiasi. “Meski tumor ini tumor Cina, tapi tumor ini bersifat agresif dan destruktif. Sehingga dapat mengikis tulang dari ukuran kecil, sedang hingga ukuran luas,” kata Widiastuti.

Penelitian dilakukan promovenda di Poliklinik Bedah Mulut dan Poliklinik Gigi-Mulut RSUP Dr Sardjito, Bagian Radiologi RS UGM pada Oktober 2015 sampai Desember 2016. Subyek penelitian perempuan Jawa, umur 30-50 tahun, mempunyai kesehatan umum baik, tidak mempunyai penyakit tulang sistemik, dan belum pernah menjalani perawatan ortognatik dan ortodontik.

Promovenda mengatakan perlunya model prediktif dengan adanya model geometris pasien yang utuh dan dapat digunakan untuk pembengkokan pelas rekonstruksi. Selain itu, penelitian dilakukan dengan pengukuran 25 ukuran linier dan 2 sudur kraniomaksilaris pada pada gambar virtual Standart Tesselation Languange. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,45% subyek penelitian mempunyai bentuk kepala brakisefali (lebar) yang terdiri 28,57% ultra brakisefali, 57,14% hiperbraklisefali dan 14,28% brakisefali. Sedangkan bentuk kepala mesosefali hanya 4,54%.

Menurutnya, semua subjek peneliti adalah wanita keturunan Jawa, ini juga diketahui 31,18% memiliki wajah leptoprosop atau muka tinggi dan sempit, terdiri 42,85% hiperleptoprosop dan 57,14% leptoprosop. “Sedangkan bentuk wajah mesoprosop atau muka sedang sekitar 36,36%, muka pendek atau euriprosop dan lebar sebanyak 31,18%,” kata Widisatuti.

Penelitian ini menghasilkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara lebar bizigoma dengan parameter mandibula yang mengalami defek tipe LCL, kecuali terhadap lebar mandibula anteriror, sudut gonial mandibula dekstra dan sinistra. Selama periode pertumbuhan tulang wajah bertambah tinggi, bertambah lebar dan bertambah panjang, namun dalam perkembangan relasi tulang wajah terhadap tulang kepala tidak berubah.

Penelitian ini juga dapat digunakan untuk perencanaan operasi yang memerlukan prediksi panjang tulang untuk rekonstruksi pada defek yang luas menggunaklan osteocutanues fibula free flap. Sehingga ada model prediktif adalah dibuat model gemetrios pasien yang utuh dan dapat digunakan untuk pembengkokan pelat rekonstruksi.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here