Home Berita Tanpa Pengabdian, Cinta Tanah Air dan Bangsa Tak Akan Terwujud

Tanpa Pengabdian, Cinta Tanah Air dan Bangsa Tak Akan Terwujud

254
0
SHARE
KARYA BAKTI: Dan Pusdikma Kodiklat TNI Brigjen TNI Herianto Syahputra dan Alumnus Lemhannas RI PPSA XXI, AM Putut Prabantoro berfoto bersama dengan para siswa Pendidikan Pertama Perwira Karier (DIKMAPA PK) TNI dari Tenaga Kesehatan setelah kegiatan pengobatan bersama. (Ist)

GUNUNG KIDUl, tiras.co – Tanpa pengabdian, cinta kepada tanah air dan bangsa tidak pernah akan terwujud. Demikian ditegaskan Dan Kodiklat TNI, Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono saat mengujungi bakti sosial yang dilakukan para siswa Pendidikan Pertama Perwira Karier (DIKMAPA PK) TNI di Semanu, Wonosari, Gunung Kidul , Kamis (20/09/2019). Kehadiran Benny Indra Pujihastono disambut Danpusdikma Kodiklat TNI, Brigjen TNI Herianto Syahputra dan Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro selaku narasumber.

Pengabdian kepada bangsa dan negara, lanjut Benny Indra Pujihastono, adalah motivasi pertama mereka yang lulus perguruan tinggi masuk menjadi anggota TNI. Dengan dasar pengabdian inilah mereka ingin membangun negara dan bangsa secara nyata. Mereka menyadari, pengabdian akhirnya menjadi landasan cinta yang kuat kepada negara, bangsa dan institusi TNI.

Para peserta DIKMAPA PK ini merupakan tenaga kesehatan baru, berjumlah 185 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, namun memiliki dasar cinta yang sama yakni pengabdian. Mereka sadar pengabdian merupakan landasan cinta negara, bangsa dan institusi TNI. Dengan pengbadian, para siswa baru dapat membangun cintanya secara total kepada negara dan bangsa.

Menurut Benny Indra Pujihastono, ini persis dengan spirit Panglima Besar Jenderal Sudirman yang mengabdikan diri secara total kepada bangsa dan negara dalam wujud tetap memimpin perang, meski kondisi fisiknya saat itu tidak mendukung karena sakit. “Tanpa pengabdian, cinta kepada tanah air dan bangsa tidak pernah akan terwujud,” tandas dia.

Mantan Pangdam VI / Mulawarman itu menyebutkan, setelah pengabdian, motivasi lain para siswa lulusan perguruan tinggi masuk menjadi TNI beragam, antara lain pengembangan karir, berharap dapat meneruskan sekolah spesialis dan mewujudkan cita-cita sebagai tentara. Namun demikian, para siswa sepakat bahwa pengabdian itu membutuhkan kesetiaan, sebagaimana cinta akan tanah air dan bangsa juga membutuhkan kesetiaan.

Brigjen TNI Herianto Syahputra menjelaskan, bakti sosial kesehatan di Semanu, Wonosari dihadiri sekitar 300 pasien warga Semanu dan desa sekitarnya. Ini merupakan acara penutup dari program DIKPAMA PK. Mereka mengawali dengan napak tilas rute Pangsar Sudirman. Napak tilas seperti ini menjadi tradisi TNI ketika mengadakan pendidikan.

Selain mengambil spirit tak pernah surut dari perjuangan Jenderal Sudirman, napak tilas ini juga untuk membangkitkan nilai cinta tanah air dan cinta akan bangsa Indonesia, sekaligus menanamkan nilai sejarah dari para pendiri negara. Napak tilas menyusuri rute gerilya Jenderal Sudirman juga untuk menanamkan penghayatan serta mewariskan nilai-nilai perjuangan gerilya Pangsar Sudirman.

“Tradisi napak tilas ini ditanamkan kepada generasi baru di TNI,” tutur Herianto Syahputra. Latihan dikuti oleh 185 (134 pria dan 51 wanita) siswa Dikmapa PK TNI khusus tenaga kesehatan. Mereka merupakan lulusan perguruan tinggi dengan Prodi Kesehatan (dokter, dokter gigi, perawat kesehatan, kesehatan lingkungan, radiolog, prodi kesehatan lain) yang menempuh pendidikan pertama perwira selama 7 bulan.

Sedangkan napak tilas sendiri dilaksanakan mulai 16 – 19 September 2019, diawali dengan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Semaki, Yogyakarta, lalu kujungan ke Museum Sasmitaloka, penjelasan sejarah Panglima Sudirman di Desa Kretek. Dari Kretek, para peserta mulai berjalan kaki menuju Desa Grogol utuk mengikuti acara penyerahan tandu dari Bupati Bantul kepada para siswa.

Dilanjutkan perjalanan dan finish hari pertama di Desa Karang Tengah berjarak tempuh 10,7 km. Mantan Kasgartap I/Jakarta ini menerangkan, jarak napak tilas keseluruhan sejauh 62, 6 km, diakhiri dengan bakti sosial dan karya bakti berupa pengobatan massal untuk masyarakat, penyuluhan bahaya narkoba, ceramah kesehatan gigi untuk SD dan TK serta pembagian sembako. Untuk karya bakti yang dilaksanakan merenovasi rumah masyarakat tidak mampu, pembersihan dan pengecatan fasilitas ibadah. (bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here