Home Berita Tahun 2020 STTN-BATAN Barubah Jadi Politeknik

Tahun 2020 STTN-BATAN Barubah Jadi Politeknik

304
0
SHARE

JOGJA, tiras.co –Pada 2020 nanti, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) akan mengalami perubahan bentuk organisasi dari sekolah tinggi menjadi Politeknik.

Menurut Ketua STTN Edy Giri Rachman Putera, persiapan pendirian Politeknik sudah dimulai dan terus diupayakan penyelesaian naskah akademik di tahun 2019 ini. “Sehingga tahun 2020 saat dimulainya pelaksanaan rencana strategis (Renstra) baru 2020 – 2024 di BATAN, STTN telah sepenuhnya menjadi Politeknik, dengan usulan nama Politeknik Nuklir Indonesia,” katanya saat mewisuda 118 lulusan STTN di Auditorium STTN, Yogyakarta, Kamis (29/08/2019). Mereka yang diwisuda terdiri dari 32 lulusan program studi Teknokimia Nuklir, 42 wisudawan program studi Elektronika Instrumentasi, dan 44 wisudawan program studi Elektro Mekanika.

Perubahan ini, kata Edy Giri, tidak semata-mata hanya perubahan nama, namun esensinya adalah perubahan pengelolaan penyelenggaraan pendidikan tinggi beserta kurikulumnya. Sebagai politeknik, maka akan lebih didorong kurikulum yaitu teaching industry yang menguatkan mahasiswa untuk melakukan pemagangan, kerja industri serta pelatihan kompetensi. “Dengan demikian, lulusannya nanti merupakan SDM nuklir yang terdidik, terlatih dan tersertifikasi,” harapnya.

Edy Giri menyebutkan, STTN menjadi satu-satunya perguruan tinggi vokasi yang menyelenggarakan pendidikan di bidang teknologi nuklir. “STTN menjadi perguruan tinggi satu-satunya penyedia SDM nuklir yang terdidik, terlatih, dan tersertifikasi dengan kompetensi khusus dan siap kerja di semua bidang yang memanfaatkan iptek nuklir,” ujarnya.

Sebagai perguruan tinggi penyedia SDM nuklir, STTN akan terus meningkatkan kualitas lulusannya untuk menjawab berbagai tuntutan terhadap kebutuhan SDM nuklir yang memiliki keahlian dan pengalaman yang dapat dihandalkan. Upaya peningkatan kualitas tersebut dapat dilihat dari status STTN sebelumnya yang terakreditasi adalah program studinya, namun sekarang sudah institusinya (lembaganya) yang terakreditasi.

Selain itu, STTN BATAN telah memiliki program pemagangan/kerja praktek dengan institusi di luar negeri, salah satunya dengan Thailand. Dari sisi peningkatan kualitas pengajar, setiap tahun STTN mengirimkan para pengajarnya untuk mengikuti training/workshop di luar negeri. Padahal, sebelumnya tidak ada kegiatan internasional diselenggarakan di STTN. “Namun sekarang setiap tahun selalu ada kegiatan internasional, berupa seminar, training atau kedatangan ahli/expert. Sertifikasi personil yang sebelumnya hanya satu, kini lulusan STTN memiliki beberapa sertifikasi kompetensi.

Menurutnya, tingkat serapan terhadap lulusan STTN di bidang industri baik swasta, BUMN, dan wirausaha, kini telah mencapai angka lebih dari 60%. Hal ini menunjukkan lulusan STTN memiliki kompetensi yang mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya, meskipun lapangan pekerjaan terkait kenukliran tidak sebanyak bidang industri lainnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here