Home Berita Sleman Tentukan 9 Pembangunan Strategis 2021

Sleman Tentukan 9 Pembangunan Strategis 2021

171
0
SHARE
Bupati Sleman, Sri Purnomo saat membuka Musrenbang. (tiras.co/Ambardi)

SLEMAN, tiras.co – Guna melaksanakan pembangunan di tahun 2021 mendatang, Pemkab Sleman berencana menetapkan pembangunan sembilan proyek strategis. Penetapan program tersebut perlu pencermatan mendalam supaya kebijakan yang ditempuh tidak salah langkah dan dapat memberi banyak manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut terungkap dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2021, di ruang Pangripta Kantor Bappeda Kabupaten Sleman, Senin (27/1/2020).

Menurut Bupati Sleman, Sri Purnomo, kesembilan proyek strategis yang akan dibangun meliputi pembangunan kawasan ekonomi terpadu, pemantapan operasional mal pelayanan publik, pembangunan tempat pemrosesan akhir sampah, pembangunan RSUD Prambanan (lokasi baru), peningkatan cakupan layanan air minum, pelebaran ruas jalan jembatan Grembayangan, pembangunan taman budaya di Pandowoharjo, revitalisasi pasar tradisional dan penataan kawasan penanda kabupaten di Kecamatan Gamping.

Wujudkan Visi

Menurut Sri Purnomo, RKPD Tahun 2021 ini, merupakan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Sleman tahun ke-16, dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun ke-6, untuk mewujudkan visi Kabupaten Sleman. Penyusunan RKPD Kabupaten Sleman tahun 2021 dilaksanakan dengan menggunakan empat pendekatan.

Masing-masing pendakatan yakni, teknokratik, partisipatif, politis, bottom-up dan top-down. Hal ini untuk menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, sinergitas antarwilayah, antarruang dan antarwaktu serta antarurusan pemerintahan dan para pemangku kepentingan pembangunan daerah.

Melalui cara ini, diharapkan berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Sleman, dapat diselesaikan secara terintegrasi dan komprehensif. Adapun tema perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2021 adalah mengoptimalkan potensi daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya. Sehingga implementasi berbagai pelaksanaan pembangunan di Sleman juga harus mencerminkan isi dari tema pembangunan tersebut.

Kepala Bappeda Sleman dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Bappeda, Arif Setio Laksito menjelaskan bahwa Pembukaan Musrenbang sebagai dimulainya tahap penyusunan RKPD yang dimulai dengan penyampaian rancangan awal RKPD kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).Karena itu dalam Musrenbang melibatkan semua pimpinan SKPD. Musrenbang kabupaten dilanjutkan dengan Musrenbang tingkat kecamatan, maupun tingkat desa, sehingga berbagai program pembangunan di kebupaten kecamatan maupun desa bisa sejalan. (Ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here