Home Berita Sleman Siap Pilkades E-voting

Sleman Siap Pilkades E-voting

318
0
SHARE
Bupati Sleman Sri Purnomo dan pimpinan kampus melakukan tanda tangan kerja sama. (tiras.co/Ambardi)

SLEMAN, tiras.co – Pemerintah Kabupaten Sleman berencana melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di tahun 2020, yang pemungutan suaranya dilakukan secara elektronik atau e-voting. Karena itu, Pemkab Sleman menjalin kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi, yang MoU-nya dilakukan di aula lantai tiga Pemkab Sleman, baru-baru ini.

Ketujuh universitas yang melakukan MoU dengan Pemkab Sleman mengenai upaya kelancaran pelaksanaan pilkades secara elektronik atau e-voting tersebut, terdiri atas tiga perguruan tinggi negeri dan empat perguruan tinggi swasta. Kampus itu yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta.

Empat perguruan tinggi swasta yang ikut kerja sama, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Amikom dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Perjanjian kerja sama ditandatangani bersama antara Bupati Sleman Sri Purnomo dan tujuh pimpinan perguruan tinggi dan disaksikan para pejabat Pemkab Sleman.

Efektif dan Efisien

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sleman, Priyo Handoyo, dalam kerja sama, pihak akademisi akan bertugas sebagai pengawas teknis di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini dianggap penting karena pengoperasian sistem e-voting dalam pilkades memerlukanSDM yang mumpuni di bidangnya.

Mengenai dipilihnya, sistem e-voting menurutnya karena memiliki beberapa keungulan antara lain memberikan kemudahan kepada pemilih memberikan suara. Pemilih hanya menyentuh tanda gambar di layar monitor. Selain itu proses penghitungan suara juga lebih cepat dan akurat serta menjamin akuntabilitas, dan hasil pemilihan dapat langsung diketahui setelah proses pemungutan suara selesai.

”Semoga ini dapat menjadi jawaban dari proses pemilu serentak yang melelahkan dan bertele-tele seperti sebelumnya. E-voting mempunyai sistem keamanan yang tinggi, dengan sistem elektronik, tidak mudah melakukan kecurangan dibandingkan dengan memakai sistem manual. Meski begitu hal ini harus terus disampaikan kepada masyarakat agar mereka mendapatkan pemahaman yang baik tentang sistem tersebut,” imbuh Bupati, Sri Purnomo.(Ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here