Home Berita Sleman Optimalkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Sleman Optimalkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

135
0
SHARE
5DGERMAS-FOTO
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi dan Wakil Bupati Dra Hj Sri Muslimatun MKes.(Foto: tiras.co/ist)

JOGJA, tiras.co – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 9 tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sleman 2016-2021 menetapkan visi yang merupakan cita-cita yang ingin dicapai, yaitu “Terwujudnya Masyarakat Sleman Yang Lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya Sistem E-Goverment menuju Smart Regency Pada Tahun 2021”.
“Visi yang tertuang dalam dokumen RPJMD Kabupaten Sleman tahun 2016-2021 ini dijabarkan lebih lanjut ke dalam lima misi yang lebih detil,” ungkap Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSi, Jumat (3/4/2020).
Misi pertama yakni meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas brokrasi yang responsif dan penerapan e-govt yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat. Setelah itu ada misi kedua, meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan menjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Berikutnya misi ketiga, meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinan. Yang keempat, memantapkan dan meningkatkan kualitas pengelolaan sumberdaya alam, penataan ruang, lingkungan hidup dan kenyamanan.
“Nah yang kelima terkait peningkatan kualitas budaya masyarakat dan kesetaraan gender yang proporsional,” tandas Bupati.

Kualitas Kesehatan
Wakil Bupati, Dra Hj Sri Muslimatun MKes menambahkan mengenai gerakan masyarakat hidup sehat atau germas, bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sleman. Menurutnya melalui germas, Pemerintah berupaya menanamkan dan membudayakan pola hidup sehat pada masyarakat Sleman. Pola hidup sehat yang sudah menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat bakal menjadikan terhindar dari berbagai penyakit infeksi maupun penyakit degenerative.
Dijelaskannya, Pemkab Sleman sangat serius menggalakkan germas, terbukti dengan peningkatan alokasi anggaran untuk mendukung gerakan tersebut sebesar Rp. 182.494.396.819 atau sebesar 5,89%. Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp. 118.872.569.649 atau 4,15%.
Mengenai wavah corona, Muslimatun mengatakan dari berbagai referensi bisa ditanggulangi dan dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Pemkab Sleman melalui SK Bupati Sleman Nomor 6.9/Kep.KDH/A/2018 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Tahun 2018-2020.
“Berdasarkan evaluasi 2019, germas telah diimplementasikan oleh lintas sektoral di tingkat Kabupaten. terlebih lagi dalam menghadapi situasi global dengan adanya wabah. Karena itu dukungan semua pihak menjadi sangat penting bagi terlaksananya germas yang akan menjadi tameng menangkal penyakit. Mari kita biasakan dan budayakan germas dalam kehidupan sehari – hari,” pintanya. ambardi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here