Home Berita Sleman Menuju Destinasi Wisata Kuliner dan Belanja Terkemuka

Sleman Menuju Destinasi Wisata Kuliner dan Belanja Terkemuka

646
0
SHARE
Penandatanganan MOU pengembangan pariwisata di Sleman (foto, Humas Pemda Sleman)

SLEMAN, tiras.co – Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta selain menawarkan pemandangan memukau, suasana hangat dan bersahabat serta budaya adiluhung yang selalu menyertai kehidupan masyarakatnya. Kini juga terdapat destinasi belanja maupun kuliner yang tersebar dari sisi utara dan selatan, serta dari sisi timur dan barat kabupaten itu.

Menu makanan tongseng opyok dan jadah tempe di Kaliurang, ingkung bebek di Ngino, ayam goreng Kalasan, dan belut goreng Godean. Itu merupakan beberapa contoh kuliner khas yang dapat ditemui di Sleman. Pasar tradisional seperti Pasar Prambanan, Pasar Godean dan Pasar Srowolan, menjadi daya tarik wisata belanja di kabupaten tersebut, selain keberadaan 4 dari total 8 mal yang ada di DIY. Upaya untuk terus mengembangkan potensi wisata kuliner dan belanja Sleman, kini terus dilakukan.

Salah satu upaya nyata terkait hal tersebut adalah melalui penandatanganan Memorandum of Understanding antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Kementerian Pariwisata terkait percepatan pengembangan wisata kuliner dan belanja. Penandatanganan MoU ini dilakukan pertengahan Desember lalu. Dalam penandatangan MoU ini, Pemkab Sleman diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten setempat, Sumadi. Sedangkan dari Kementerian Pariwisata diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Drs Lokot Ahmad Enda, MM.

Lokot menilai Sleman memiliki potensi wisata kuliner dan belanja yang belum dikembangkan secara optimal. Pengembangan ini perlu segera dilaksanakan, sehingga peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di kabupaten tersebut akan semakin membawa dampak langsung bagi masyarakatnya, utamanya yang bergerak di sektor kuliner dan belanja. Pengembangan potensi wisata kuliner dan belanja ini akan dilakukan bersama dengan pembagian peran yang jelas, dimana peran pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata mendukun promosi dan publikasi terkait potensi yang ada.

MoU yang ditandatangani merupakan pengikat komitmen daerah dalam pengembangan wisata, utamanya wisata kuliner dan belanja. Melalui MoU ini, daerah selanjutnya diharapkan menindaklanjutinya melalui kebijakan anggaran dan teknis lainnya. Sehingga ada kesamaan langkah dengan kebijakan anggaran pemerintah pusat, utamanya di sektor pariwisata. Disampaikan bahwa sektor pariwisata menjadi prioritas ke-2 pembangunan nasional pada tahun 2018. “Artinya, peran sektor pariwisata dalam pembangunan nasional menjadi semakin diperhitungkan,” tegas Lokot.

Konsekuensi lanjutan dari penandatanganan MoU ini Pemkab Sleman diharapkan mulai menata dan pengembangan destinasi wisata kuliner dan belanja dengan lebih optimal di segala aspek pendukungnya. Termasuk atraksi terkait, dan kualitas sumberdaya manusia pendukungnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here