Home Berita Sleman Libatkan Semua Elemen Kendalikan Corona

Sleman Libatkan Semua Elemen Kendalikan Corona

117
0
SHARE
10semprot
SEMPROT: Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi terjun langsung membantu penyemprotan desinfektan ke berbagai tempat.(tiras.co/ambardi)

SLEMAN, tiras.co – Wabah virus corona atau Covid-19 yang melanda di Indonesia, termasuk di Sleman, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sleman. Upaya penanggulanginya, tidak hanya berupaya mencegah penularan tetapi juga melakukan berbagai penanganan terhadap dampak yang muncul. Menurut Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSi, berbagai hal telah dan akan dilakukan dalam upaya penanggulangan virus corona.
Pelaksanannya dilakukan secara bersama-sama yakni semua dinas di lingkungan Pemkab Sleman dilibatkan. Langkah kongkrit yang telah dilakukan, di antaranya, membentuk gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat kabupaten, yang diketuai langsung Bupati dan bahkan Pemkab Sleman juga membentuk gugus tugas tingkat kecamatan dan desa di seluruh wilayahnya.
Selama ini, gugus tugas kabupaten telah bekerja keras tanpa mengenal lelah, terus melakukan berbagai upaya. Hal itu terlihat seringnya Sri Purnomo terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penyemprotan desinfektan ke tempat-tempat umum, serta memberi edukasi upaya pencegahan yang harus dilakukan.
“Untuk mengefektifkan upaya pencegahan, Pemkab Sleman telah menyiapkan pusat informasi yang memberi layanan selama 24 jam per hari dengan nomor telepon 0878 1999 3434, 0821 3939 7473 dan emergency call (0274) 860 9000,” ungkap Bupati.
Selain itu, dari 27 rumah sakit yang ada di Sleman, 11 di antaranya disiapkan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Tenaga medis yang disiapkan, tercatat ada 800 dokter dan 5.000 perawat berstatus pegawai pemerintah maupun swasta.
Wisma Haji Sleman juga menyiapkan Wisma Haji di Jalan Lingkar Utara sebagai shelter untuk para pemudik ODP yang menjalani hasil tes atau menunggu hasil tes PDP yang sudah sembuh dan bersiap pulang. Pemkab juga menyediakan Wisma Sembada Kaliurang sebagai shelter yang dipersiapkan untuk para pemudik yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Bahkan guna mengantisipasi kejadian terburuk, Pemkab Sleman juga menyiapkan tempat pemakaman bagi jenazah Covid-19 di TPU Madurejo Prambanan, seluas 7 ha.
Pemerintah juga sudah menyiapkan petugas khusus untuk pelaksanaan penguburan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai prosedur tetap yang ditentukan. Bupati menambahkan dana yang disiapkan untuk pengendalian tersebut sebesar Rp 105 miliar. Dana tersebut, selain untuk biaya bidang kesehatan, digunakan pula untuk berbagai kebutuhan lain yang berkaitan dengan upaya pencegahan virus corona.

Dana untuk pemberian Jaminan Hidup (Jadup) bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masuk kriteria miskin atau rentan miskin yang sudah masuk isolasi. Besarnya jadup yang diberikan Rp 45.000/ orang/hari

Dalam waktu dekat ini Pemkab juga akan mengadakan kegiatan padat karya tunai yang pekerjanya diprioritaskan bagi warga kurang mampu, atau orang yang kehilangan pekerjaan karena wabah. Dampak dari wabah ini, Bappeda Sleman memprediksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sleman tahun 2020 turun sekitar Rp 500 miliar atau 50 persen lebih dari target. Agar tidak semakin terpuruk, Pemkab meminta seluruh warga ikut mencegah penularan. ambardi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here