Home Berita Si Us Pameran Drawing

Si Us Pameran Drawing

53
0
SHARE
Salah satu karya Vincensius Dwimawan. (Foto: tiras.co/ist)

JOGJA, tiras.co – Perupa Vincensius Dwimawan telah membuat banyak drawing yang menyajikan visual para wartawan dan seniman di Yogya. Jumlahnya lebih 200 gambar. Dua tahun lalu, ia pameran drawing di Tembi Rumah Budaya, Bantul, menampilkan wajah-wajah para wartawan, terutama yang ikut dalam Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS). Kala itu ada sekitar 70 drawing dipamerkan.

Pada 10-13 Oktober 2020 ini Si Us, sapaan akrabnya, kembali berpameran drawing di Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis Km 8,5, Bantul. Acara diakhiri bincang-bincang dalam program afternoon tea. Bincang-bincang bersama Si Us akan dilangsungkan pada Selasa 13 Oktober 2020 sore.

Penyelenggara pameran drawing, Ons Untoro mengatakan karena situasi pandemi Covid-10, pameran sengaja tidak ada acara pembukaan seperti pameran sebelumnya. Pameran mulai 10 Oktober 2020 dipajang dan publik boleh melihat dengan mengikuti protokol kesehatan. Hanya pada 13 Oktober 2020, sekaligus sebagai penutup ada acara bincang-bincang dengan Si Us di afternoon tea.

Drawing Sahabat

Kali ini, Si Us mamamerkan 48 karya drawingnya. Menyajikan sahabat-sahabatnya yang dia kenal, atau paling tidak masing-masing saling mengenal, dan memiliki profesi beragam. Tak hanya wartawan, tetapi memang sebagian besar wartawan, yang ikut tergabung dalam PWS.

”Saya memang sengaja membuat drawing wajah-wajah yang saya kenal, dan mengambil dari sisi yang berbeda. Sehingga penampilannya terlihat lain dari drawing yang pernah saya buat, misalnya saya membuat drawing wajah Ashadi Siregar dari sudut yang lain, dan terlihat lebih otentik,” tutur Si Us.

Sebagian drawing karyanya menggambarkan sahabat yang dia kenal, maka pameran drawing kali kedua ini diberi tajuk ”Wajah-Wajah Para Sahabat”. Mereka di antaranya Ashadi Siregar, Imam Anshori Shaleh, Sugeng Wiyono, Roso Daras, Suharno PA, Purwadmadi, Hermuningsih, Dyah Kecono Puspito, Kriswahyuni, Made Suarjana, Agus Widhartono dan Khocil Birowo.

Para wartawan yang tergabung dalam PWS ada yang sudah pensiun, namun ada yang masih aktif dan terikat dengan salah satu media cetak, atau media daring. Namun kebanyakan sudah pensiun sebagai wartawan, tetapi aktivitas menulisnya tidak berhenti, bahkan aktif menulis karya sastra seperti Sutirman Eka Ardhana.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here