Home Berita Setara Serasa Ajak Bangun Kepedulian bagi Kaum Disabilitas

Setara Serasa Ajak Bangun Kepedulian bagi Kaum Disabilitas

333
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – “Kita Setara, kita bersaudara!” demikian tagline yang dilambungkan ketika pembawa acara memantik semangat peserta talkshow yang digelar di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).

Talkshow bertajuk “Setara Serasa” ini diselenggarakan pada hari Sabtu (18/5). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus II Gedung Thomas Aquinas ini mendatangkan dua pembicara yakni Anggiasari Puji Aryatie selaku Direktur Sama Setara dan Suharto, S.S., M.A. Tak lupa juga mendatangkan Lilis Sulistiyowati selaku Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Dinas Sosial DIY sebagai pembicara.

Kegiatan talkshow ini merupakan puncak rangkaian dalam acara charity day yang pertama kali diselenggarakan oleh penerima Liem Scholarship Family (LSF) UAJY batch I. Bersama dengan para volunteer, sebelumnya mereka telah berhasil menyelenggarakan kelas belajar bahasa isyarat bekerja sama dengan Komunitas 1000 Guru pada Minggu (5/5). Selain itu, melalui penjualan merchandise dan donasi bersama, LSF ajak semua peserta dan mahasiswa untuk turut berdonasi bagi panti asuhan Bina Siwi yang akan dilaksanakan sebagai pasca-puncak kegiatan charity day di hari Minggu (19/05).

Stefani Putri selaku ketua memaparkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membuktikan semangat inklusif dan juga humanis yang memang menjadi slogan UAJY. “Harapannya teman-teman bisa belajar dan mendapat gambaran langsung dari pemateri dan pengisi acra yang merupakan penyandang disabilitas namun juga bagian dari keluarga kita bersama,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Prof. Ir. Yoyong Arfiadi, M.Eng., Ph.D. selaku Rektor UAJY ketika menyampaikan sambutan, “Saya sangat menghargai acara ini karena sangat sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh para pendiri yang tertuang dalam visi-misi Unggul, Inklusif, Humanis dan Berintegritas”. Beliau memaparkan bahwa kita (Komunitas UAJY) juga ingin dapat saling membangun kepedulian terhadap beberapa teman yang karena sesuatu hal menjadi penyandang difabel.

Dibagi dalam dua segmen, talkshow ini berhasil membuat mahasiswa semakin peka akan keberadaan teman yang menyandang disabilitas di sekitar mereka. Para pembicara yang membagikan kisah mereka juga mengatakan bahwa saat ini mahasiswa menjadi ujung ombak untuk mampu membangun kesadaran tentang isu disabilitas di Indonesia. “Mahasiswa merupakan salah satu elemen kebanggan bangsa terlebih kepada generasi milenial, yang harapannya mampu menjadi agen perubahan sosial baik melalui media sosial dan media mainstream,” ungkap Suharto.

Acara yang dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan ini juga mendatangkan pengisi acara dari Five Star Band, yang beranggotakan lima orang tunanetra. “Acaranya keren, bikin mahasiswa tersentuh sekaligus jadi harus bisa toleransi sama penyandang disabilitas dan menjunjung tinggi kesetaraan,” ungkap Hilarion Kevin ketika diminta pendapat mengenai acara tersebut. */soni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here