Home Berita Sepuluh Persen Warga Sleman Gangguan Jiwa

Sepuluh Persen Warga Sleman Gangguan Jiwa

285
0
SHARE
Kader kesehatan jiwa mengikuti jambore untuk menambah wawasan. (tiras.co/Ambardi)

SLEMAN, tiras.co – Sekitar 10 persen dari seluruh Penduduk Kabupaten Sleman, tenyata mengalami gangguan jiwa. Bahkan, 1.737 orang di antaranya, masuk kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat atau penderita gangguan jiwa berat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Joko Hastaryo MKes mengungkapkan hal itu di sela-sela acara pembukaan jambore kesehatan jiwa yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman di kawasan objek desa wisata Grogol, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Kamis (10/10/ 2019).

Menurut dr Joko Hastaryo, sejak beberapa tahun terakhir ini penderita gangguan jiwa di berbagai daerah termasuk di Sleman terus mengalami peningkatan. Bahkan, di Sleman sendiri, warga yang mengalami gangguan jiwa mencapai 10 persen dari seluruh penduduk. Yang lebih memprihatinkan lagi, sebagian masuk kategoriOrang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat.

Deteksi Dini

Mengenai penyebabnya, bermacam-macam antara lain karena faktor keturunan, lingkungan tidak sehat, sosial ekonomi dan banyak pula karena semakin majunya alat komunikasi. Karena itu, peran para kader kesehatan jiwa dalam meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat sangat diperlukan.

”Cara yang perlu dilakukan antara lain dengan melakukan deteksi dini, dan bila ada orang yang diketahui mengalami tanda-tanda gangguan jiwa, harus segera diatasi dengan diberi pemahaman untuk selalu percaya diri. Pada umumnya, orang menderita gangguan jiwa diawali dengan munculnya rasa tidak percaya diri,”papar Joko.

Jambore kesehatan jiwa diikuti 125 kader kesehatan jiwa dari berbagai wilayah di Sleman. Selain untuk memeriahkan peringatan Hari Kesehatan Jiwa sedunia dan peringatan Hari Kesehatan Nasional, jambore juga untuk memebentuk kader jiwa yang memiliki wawasan tentang pengelolaan kesehatan jiwa, sekaligus meningkatkan pemahaman para kader kesehatan jiwa dalam mencegah makin meningkatnya penderita penyakit jiwa.(Ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here