Home Senggang Seniman Mural Jogja dan AS Berkolaborasi Lagi

Seniman Mural Jogja dan AS Berkolaborasi Lagi

742
0
SHARE
Mural
MURAL: Salah seorang seniman dari Amerika sedang membuat karya mural di Kampus ISI Yogyakarta. (tiras.co/bambang sk)

BANTUL, tiras.co – Sejumlah seniman Yogyakarta berkolaborasi dengan pemural C.A.M.P (Clarion Alley Mural Project) dari San Fransisco, California, USA.

Mereka sejak awal Juli hingga 6 Agustus nanti melukisi tembok-tembok halaman rumah di Desa Pangungharjo, Sewon, Bantul dan Gedung Lukis Kampus Institut Seni Indoneia (ISI), Jurusan Seni Murni FSR Yogyakarta.

Ketua Jurusan Seni Murni ISI Yogyakarta, Lutse Lambert Morin MSn didampingi Koordinator Proyek Mural “Bangkit/Arise” Yogyakarta, Nano Warsono menjelaskan kegiatan yang juga melibatkan masyarakat ini merupakan tindaklanjut dari proyek kerjasama mural yang pernah dilakukan seniman Yogya (Apotik Komik) dengan seniman C.A.M.P pada 2003 lampau. “Kegiatan kali ini lebih lebih fokus di Desa Panggungharjo dan lingkungan pendidikan Kampus ISI,” jelas Lutse kepada pers, kemarin.

Menurut dia, ada tujuh seniman dari Yogyakarta dan tujuh pemural dari Amerika yang ambil bagian dalam proyek mural kali ini. Mereka adalah seniman Nano Warsono, Bambang Toko, Eko Didyk “Codit” Sukowati, Vina Puspita, Hari Ndaruwati, Wedhar Riyadi dan Muhamad Yusuf. Sedangkan seniman dari Amerika adalah Megan Wilson, Christopher Statton, Jose Guerra Awe, Jet Martinez, Kelly Ording, Keyvan Shovir dan Shaghayegh Cyrous.

Melalui proyek mural ini diharapkan akan membangun semangat dialogis antara seniman dan masyarakat, antara kebudayaan yang berbeda, dan bisa saling belajar membuat karya yang memberi arti bagi masyarakat. Proyek pertukaran budaya lewat seni mural “Bangkit/Arise” ini disponsori oleh San Fransisco Asian Art Museum bekerjasama dengan Clarion Alley Mural Project Jurusan Seni Murni ISI Yogyakarta dan Desa Panggungharjo.

Lutse menambahkan sebagai rangkain dari kegian ini, tujuh seniman Yogyakarta nantinya juga akan berkarya mural di San Fransisco, Amerika pada 3 September-17 Oktober mendatang. “Di San Fransisco, mereka akan membuat kegiatan publik, mengunjungi beberapa seniman, galeri serta museum di sana,” jelasnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here