Seniman Jogja Baca Pantun “Hamba Tak Pantas Jadi Budak”

    119
    0
    SHARE
    14FAKTOR-FOTO
    BACA PANTUN: Para seniman yang membacakan pantun karya Simon Hate.(Foto: tiras.co/ist)

    JOGJA, tiras.co – Para aktor teater yang pernah aktif di Teater Dinasti Yogyakarta membacakan pantun karya Simon Hate berjudul “Hamba Tak Layak Menjadi Budak” di acara Sastra Bulan Purnama, secara live di Youtube.
    Para aktor teater itu seperti Joko Kamto, KRT Agus Istijantonegoro, Butet Kartaredjasa , Eko Winardi dan Isti Nugroho. Sejak 1980-an mereka sudah saling bersahabat.
    Mereka membacakan pantun dalam judul yang berbeda, dan keseluruhan pantun karya Simon Hate, seorang penyair, yang pernah aktif di Teater Dinasti dan dikenal sebagai seorang aktivis LSM.
    Penulis pantun Simon Hate mengatakan menulis sebagai bagian dari gerakan mengembalikan puisi ke dalam kehidupan. Sudah terlalu lama puisi jauh dari kehidupan sehari-hari. karenanya perlu ada karya tulis yang bicara mengenai kehidupan sehari-hari, dan dalam bentuk yang juga dikenal masyarakat secara luas, dalam hal ini pantun.
    Dengan demikian, puisi bisa akrab kembali dengan masyarakat, dan masyarakat berkesempatan untuk merenungkan makna kehidupan.
    Para pembaca pantun Jawa berjudul “Hamba Tak Layak Menjadi Budak” adalah orang-orang teater dan dikenal sebagai aktor. Sampai sekarang mereka masih bergiat teater, selain mempunyai kegiatan sosial lainnya.
    Joko Kamto misanya, aktor dari teater Dinasti, sekarang aktif di Komunitas Kyai Kanjeng pimpinan Emha Ainun Najib. KRT Agus Istijantonegoro pernah aktif di Teater Dinasti, dan sekarang menekuni profesi penulis.
    Eko Winardi, alumni jurusan Teater ISI Yogya, sekarang aktif di Teater Perdikan pimpinan Cak Nun, juga memiliki kegiatan pengembangan pertanian.
    Pembaca lainnya Isti Nugroho, selain pernah aktif sebagai penyair, sekarang lebih dikenal sebagai seorang aktvitis dan mengelola Rumah Dokumentasi Politik Guntur 49 di Jakarta.
    Sedangkan Butet Kartaredjasa selain pernah aktif di Teater Dinasti, juga aktor dan sekarang kembali aktif melukis, sebagai satu aktivitas yang pernah dipelajari sejak masih muda dan lama ditinggalkan.
    Koordinator acara, Ons Untoro menyebut pantun karya Simon merupakan puisi yang agak panjang, dan terdiri atas beberapa bab, sehingga masing-masing pembaca memilih judul dari bab yang berbeda, sehingga kisahnya nyambung, bukan terlepas-lepas seperti umumnya puisi. bambang sk

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here