Home Senggang Seniman Indonesia Pameran di Ajang Biennale Beijing

Seniman Indonesia Pameran di Ajang Biennale Beijing

766
0
SHARE
Pameran
Kuss Indarto (dua dari kanan) saat menjelaskan keikutsertaan seniman Indonesia pada Biennale Beijing. (bambang sk/tiras.co)

JOGJA, tiras.co —Tujuh belas seniman dari sejumlah daerah bakal berpameran seni rupa di 7 th Beijing Internasional Art Biennale (BIAB) 2017 pada 24 September-15 Oktober 2017 mendatang.,/p>

Dari ke-17 seniman itu, 8 di antaranya adalah seniman Yogyakarta, yakni Camelia Hasibuan, Erizal, Gatot Indrajati, Ivan Sagita, Januari, Nasirun, Sigit Santosa dan Ugy Sugiarto.

Menurut kurator Kuss Indarto, 25 karya seniman ini akan menempati ruang special exhibition yang disediakan untuk seniman Indonesia. ”Saya pikir penempatan yang cukup spesial ini membanggakan seniman Indonesia,” kata Kuss di Yogyakarta, Rabu (13/9/2017).

Menurut Kuss, negara yang mendapat tempat khusus selain Indonesia juga Georgia, Yunani dan Mongolia ”Secara keseluruhan peserta BIAB 2017 ada sekitar 300 seniman dari 103 negara,” jelasnya.

Seniman Indonesia yang turut berpartisipasi dalam perhelatan ini adalah Camelia Hasibuan, Chusin Setiadikara, Eddy Asmara, Erizal, Gatot Indrajati, Ivan Sagita, Johan Abe, Januari, Joni Ramlan, Made Wianta, Mangu Putra, Nasirun, Nyoman Nuarta,, Paramahita, Made Gede, Putu Edi Asmara, Sigit Santoso, Ugy Sugiarto, dan Yince Djuwidja.

Mereka terpilih setelah melewati proses seleksi yang berbelit dan panjang selama kurang lebih setahun. Seleksi dilakukan bersama kurator dari Indonesia, yakni Kuss Indarto dan tim kurator dari BIAB di Beijing, China.

”Tema BIAB 2017 kali ini “Silk Road and World’s Civilization” atau Jalan Sutera dan Pemberadaban Dunia. “Ini sebuah tema yang menantang, tidak saja bagi seniman China sendiri, namun juga bagi para perupa dari luar China, termasuk Indonesia,” sebutnya.

Peserta yang mendapat ruang untuk spesial exhibition bebas menafsirkan tema utama tersebut. Indonesia menafsirkan tema tersebut dengan “ Crossing Current” atau Arus Persimpangan. Hal ini untuk memaknai bahwa wilayah Nusantara sejak beberapa abad lalu menjadi medan penting untuk perlintasan berbagai kebudayaan yang ada di dunia, termasuk kebudayaan besar India dan China.

Dalam perhelatan BIAB ini, tim seniman dan kurator Indonesia akan bertolak ke Beijing pada 22 September. Mereka akan mengikuti acara pembukaan pada 24 September mendatang. Selanjutnya mengikuti simposium dengan pembicara dari beberapa negara, termasuk kurator dari Indonesia siap mengetengahkan perkembangan seni rupa Tanah Air.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here