Home Berita Sekolah Kebhinekaan Siap Tangkal Radikalisme

Sekolah Kebhinekaan Siap Tangkal Radikalisme

624
0
SHARE

GUNUNGKIDUL, tiras.co – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyatakan kelompok radikalisme dan sikap intoleransi menjadi dua hal yang harus dilawan masyarakat, termasuk warga Gunungkidul. Ini karena gerakan tersebut tidak sesuai arah bangsa yang mendasarkan pada kehidupan Pancasila, yang melindungi keberagaman adat, suku, ras, golongan dan agama.

Camat Wonosari, Siswanto mengakui, gerakan yang gampang menyatakan bersalah hanya karena orang lain tidak sesuai dengan keyakinannya, sekarang ini sudah muncul di tengah masyarakat. “Kita bersama-sama harus bisa menangkal itu,” ajak Siswanto mewakili Pemkab Gunungkidul saat membuka kegiatan Sekolah Kebhinekaan Gunungkidul tahap III di Vihara Jhinadarma Srada, Siraman, Wonosari, Gunungkidul, Sabtu (20/1/2018).

Ia katakan, sikap intoleransi dan radikalisme bukan saja mengancam kebebasan beragama, tetapi juga mengancam masa depan keberagaman Indonesia. Diharapkan lulusan Sekolah Kebhinekaan Gunungkidul bisa melahirkan semakin banyak pionir untuk menangkal gerakan tersebut bersama-sama dengan pemerintah. “Kami minta kegiatan Sekolah Kebhinekaan Gunungkidul jangan sampai berhenti di angkatan pertama,” harapnya.

Menurutnya, upaya memperkuat dan memperbanyak anak muda menjaga toleransi tidak terhenti. “Kami siap mendukung karena perbedaan adalah rahmat,” tutur Siswanto.

Mantan pejabat Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Gunungkidul ini menegaskan, Indonesia yang kaya akan pulau, bahasa, adat istiadat, suku, agama dan kepercayaan patut disyukuri bersama. Pemkab Gunungkidul yakin, apabila semakin banyak lahir anak muda yang toleran, beda namun bekerjasama, serta persatuan yang kokoh, maka kejayaan Indonesia akan kembali.

Sejumlah tokoh perwakilan dari berbagai agama hadir mengikuti pembukaan acara yang sebelumnya juga dilaksanakan dengan live-in di Pondok Pesantren Al Mumtaz Kecamatan Patuk dan Pura Bhakti Widi Kecamatan Ngawen.

Di setiap kegiatan berlangsung, peserta diajak mengikuti berbagai kegiatan. Dari mulai pelatihan peningkatan perspektif keberagaman, penggunaan media untuk kampanye keberagaman, membangun jejaring lintas agama, dialog dan diskusi antaragama, hingga mengenal tata ibadah seluruh agama.

Kepala Sekolah Kebangsaan Gunungkidul, Christiono Riyadi menjelaskan, kegiatan ini bukan merupakan kolaborasi dalam ibadah ataupun beragama. Sekolah Kebhinekaan digagas sebagai ruang bagi anak muda belajar toleransi dan meningkatkan keterampilan hidup di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here