Home Berita Satu dari Tiga Perempuan Indonesia Alami Kekerasan

Satu dari Tiga Perempuan Indonesia Alami Kekerasan

342
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Satu dari tiga perempuan Indonesia usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual. Bahkan, 1 dari 10 perempuan pernah mengalaminya dalam 12 bulan terakhir.

Karena itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berencana melaksanakan program untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Program kita, akhiri kekerasan terhadap perempuan, akhiri perdagangan manusia dimana perempuan dan anak jadi korban, dan akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Prof Yohanna Susana Yembise saat memberikan kuliah umum di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta Jumat (9/11/2018).

Dalam acara bertajuk Gender Equality Dalam Era Digital Innovation di Indonesia ini, Menteri Yohanna mengatakan, untuk menurunkan angka kekerasan perempuan dan anak ini pihaknya menggandeng warga kampus untuk berkomitmen menjadi kampus yang responsif gender agar ramah terhadap perempuan dan anak. “Kita dorong universitas harus responsif gender,” katanya.

Menurutnya, program sama sudah dilakukan di 10 ribu sekolah di Indonesia, yakni program sekolah responsif gender. “Kami akan meluncurkan beberapa universitas untuk responsif gender, sehingga tidak akan ada lagi kejahatan dan kekerasan perempuan dan anak,” harapnya.

Mengenai kekerasan pada anak, kata Menteri Yohanna, kuncinya ada pada keluarga. Karena orangtua harus responsif melindungi anaknya, dan jangan sampai melakukan perbuatan dan perilaku yang menyimpang. “Jangan sampai melakukan hal yang salah dalam kehidupan mereka, seperti kebiasaan mengisap lem aibon atau zat adiktif lainnya, apalagi mengkonsumsi air rebusan pembalut,” ingatnya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here