Home Berita Satu Abad PT Kanisius Ikuti Perkembangan Teknologi Percetakan

Satu Abad PT Kanisius Ikuti Perkembangan Teknologi Percetakan

0
Satu Abad PT Kanisius Ikuti Perkembangan Teknologi Percetakan
SATU ABAD: Penerbitan-Percetakan PT Kanisius merayakan 100 tahun mereka berkarya bagi Indonesia. (Tiras.co/Adi Prabowo)

SLEMAN, Tiras.co – PT Kanisius selama satu abad telah berkarya dalam upaya mendidik dan mencerdaskan bangsa melalui usahanya di bidang penerbitan dan percetakan. Dalam mengarungi zaman, menapak masa depan, Kanisius telah menyiapkan diri dengan transformasi yang mengikuti perkembangan zaman, diantaranya dengan memasuki teknologi percetakan digital.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Kanisius Romo E Azis Mardopo SJ saat acara Perayaan 100 Tahun PT Kanisius yang berlangsung, Kamis, (27/1/2022) malam.
Hadir dalam kesempatan itu Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, beserta antara lain tamu undangan perwakilan dari Pemerintah Provinsi DIY dan Kabupaten Sleman.
Romo Azis Mardopo menjelaskan dalam menjalani visi dan misi sejak berdiri 26 Januari 1922,seluruh isi usaha penerbitan dan percetakan Kanisius telah mengalami momentum dan fenomena. “Momentum itu adalah kami mengalami proses usia satu abad. Dan itu sekaligus fenomena yang luar biasa sebagai sebuah usaha yang setia sejak awal untuk menjawab kebutuhan dunia pendidikan dan Gereja,” ujar Romo Azis.
Bagi Kanisius, katanya, turut mendidik dengan literasi, bukan hanya dengan mengajari membaca dan mencintai buku, tetapi turut aktif pula dalam upaya mencerdaskan bangsa melalui buku-buku pelajaran maupun bacaan yang diterbitkannya.
Dalam momen 100 tahun ini PT Kanisius mencanangkan visi baru yakni “Menjadi Perusahaan Inspiratif yang Berdaya Ubah bagi Bangsa”. Untuk mencapai visi itu perusahaan ini harus adaptif mengikuti zaman yang semakin dinamis, cepat berubah dan teknologi minded. “Hal itu tentu menjadi tantangan yang menarik untuk dijawab. Tetap kreatif dalam menatap tantangan dalam teknologi percetakan ke digital. Inilah yang harus kami masuki. Ini tantangan dan peluang bagi Kanisius,” tegasnya.
Perayaan 100 Tahun PT Kanisius ini mengambil tema #1 Abad Kanisius, Cita dan Karya Warnai Indonesia. Di beranda Ballroom Hotel Sahid Yogyakarta yang menjadi tempat acara dipamerkan juga sejumlah produk dan alat yang selama ini dipakai atau bahkan masih dipakai sejak awal berdiri. Terdapat buku pertama yang dicetak yakni Babad Santo Fransiskus Xaverius berbahasa Jawa yang diterbitkan 10 Mei 1922, dan replica Oeang Repoeblik Indonesia yang dicetak oleh Pemerintah RI di Kanisius pada 1946.

Refleksi
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulisnya mengatakan usia 1 abad tepat untuk sebuah refleksi, mundur sapecak, melakukan kontemplasi untuk evaluasi, belajar dari sejarah yang dilalui. Dikatakan Gubernur sejarah mencatat Kanisius tidak pernah tebang pilih dan konsisten dalam mendukung perjuangan. “Sampai saat ini PT Kanisius masah malang melintang mewarnai negeri dengan karya berkualitas di berbagai bidang,” tegasnya.
Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko dalam sambutannya mengatakan Kanisius selalu kreatif dalam menghadapi perubahan. “Dan secara nyata memberi inspirasi dan pengaruh bagi masyarakat Indonesia. Kanisius Selalu ada berkarya untuk Indonesia dan gereja,” puji Mgr Rubiyatmoko.
Bagi Uskup Kanisius telah memberi inspirasi dan menjadi pengaruh dalam perubahan di tengah masyarakat dengan ratusan ribu judul buku yang diterbitkan dan dicetaknya.
dengan bertanya berapa ratus buku yang sudah dicetak. “Untuk itu saya mengucapkan terima kasih atas kesetiaan PT Kanisius,” imbuhnya.
Acara diisi pula dengan Orasi Budaya oleh Budayawan Sumbo Tinarbuko. (ado)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here