Home Berita Sastra Bulan Purnama Masuki Edisi 100

Sastra Bulan Purnama Masuki Edisi 100

272
0
SHARE
Salah satu penyair yang akan tampil, Landung Simatupang. (tiras.co/istimewa)

BANTUL, tiras.co – Sastra Bulan Purnama edisi 100 akan diisi peluncuran antologi puisi karya 49 penyair dari berbagai kota. Kegiatan berjudul ”Kepak Sayap Waktu” ini berkolaborasi dengan pameran seni rupa karya Yeni Fatmawati.

Peluncuran antologi puisi akan berlangsung Jumat, 10 Januari 2020, pukul 19.00 di Pendhapa Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis Km 8,5 Bantul. Pembukaan pameran seni rupa dilakukan oleh Suwarno Wisetrotomo, pengajar Pasca Sarjana ISI Yogyakarta.

Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro menjelaskan dari 49 penyair tidak semuanya bisa datang, namun ada sejumlah penyair dari kota-kota yang berbeda akan hadir dan membacakan puisi karyanya, seperti Agustina Thamrin, dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Dharmadi dari Tegal, Indri Yuswandari dari Kendal, Sus S. Hardjono dari Sragen.

Marlin Dinamikanto dan Ristia Herdiana, Dhenok Kristianti, Naning Pranoto dari Jakarta, Nia Samsihono, Yanti S Sastro, Heru Mugiarso, Sulis Bambang dan Gunoto Saparie dari Semarang, Yuliani Kumudaswari dari Sidoarjo, Dedet Setiadi dari Magelang, Sutirman Eka Ardana, Salama Elmi, Yosep Yapi Taum dari Yogya, Aming Aminoedhin, Pipie J Egbert dari Surabaya dan sejumlah penyair lainnya dari kota-kota yang berbeda.

Seratus Puisi

Antologi puisi memuat 100 karya 49 penyair, jumlah 100 puisi untuk menandai Sastra Bulan Purnama edisi 100, dan jumlah 49 penyair sebagai tanda usia Yeni Fatmawati.

Yang sekaligus pameran seni rupa bersamaan dengan Sastra Bulan Purnama berusia 49 tahun. Tiga puisi Yeni Fatmawati ada dalam antologi puisi tersebut. Yeni, selain memiliki aktivitas melukis dan menulis puisi, sehari-harinya sebagai konsultan hukum.

”Jadi, Sastra Bulan Purnama edisi 100 yang diisi peluncuran antologi puisi dan pameran seni rupa, sekaligus untuk merayakan ulang tahun Yeni Fatmawati,” ujar Ons.

Sastra Bulan Purnama edisi 100 sekaligus merupakan interaksi antara sastra, seni rupa dan musik. Pasalnya, dalam acara tersebut akan ada penampilan musik jazz dari Komunitas Jazz Mben Senin Yogya, yang menggarap puisi-puisi Yeni Fatmawati menjadi lagu.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here