Home Senggang Saparan ”Yaa Qowiyyu” Gelar Berbagai Kegiatan

Saparan ”Yaa Qowiyyu” Gelar Berbagai Kegiatan

325
0
SHARE
Panitia Saparan ''Yaa Qowiyyu'' menjelaskan rangkaian kegiatan tradisional tersebut. (tiras.co/bambang sk)

KLATEN, tiras.co – Upacara saparan ”Yaa Qowiyyu” di Desa Jatinom, Klaten, Jateng berlangsung 6-18 Oktober 2019. Rangkaian kegiatan tradisi keagamaan dan budaya ini tetap fokus pada acara inti yakni penyebaran berkah berupa kue apem, makanan tradisional terbuat dari tepung beras.

Sekretaris Pengelola, Pelestari Peninggalan Kyai Ageng Gribig (P3KAG) Muhammad Daryanto menyampaikan itu dalam temu pers di Lembaga Indonesia Perancis (LIP) Sagan, Yogyakarta, Selasa (8/10).

Tradisi keagamaan dan budaya tersebut sudah berjalan sejak abad 16, diprakarsai tokoh sejarah Kyai Ageng Gribig, keturunan Raja Brawijaya V dari Keraton Majapahit sekaligus juru dakwah Wali Songo.

Lembaga P3KAG secara khusus menyiapkan acara inti Yaa Qowiyyu yaitu penyebaran apem, arak-arakan gunungan pada pembukaan acara 10 Oktober 2019 dan diskusi budaya tentang Kyai Ageng Gribig.

”Penyebaran apem dari tahun ke tahun meningkat. Kali ini seberat tujuh ton apem, dari sebelumnya enam ton apem,” ujar Daryanto.

Berbagai Lomba

Ketua panitia Saparan, Dahlia Ana menjelaskan rangkaian acara telah berlangsung Minggu (6/10) lalu dengan lomba pancingan, pasar tradisional Jetis dan pentas seni warga.

Sejumlah acara menarik lainnya sebagai wujud bangkitnya kesenian masyarakat Desa Jetis, dipergelarkan di desa mereka yakni lomba pembuatan apem, bazar makanan dan jajanan serta berbagai pergelaran seni.

Warga Jetis juga menyiapkan rumah-rumah penduduk sebagai semacam homestay, untuk menerima ribuan tamu yang hadir selama lebih dari sepekan. Animo masyarakat dari luar daerah yang menyaksikan jalannya kegiatan terus meningkat.

Yayasan Ash-Shomad secara rutin menggelar lomba panahan tradisional (jemparingan). Juga digelar wayang kulit dengan lakon ”Perlu Bumi” dengan dalang Ki Kasino Puspo Pandoyo dan pameran fotografi karya Dr Mia Sismadi dan kawan-kawan serta lokakarya fotografi, diskusi warisan dan nilai-nilai Kyai Ageng Gribig oleh Ki Hadjar Poerwatjarita.

Ada pula parade Nusantara diikuti seniman dari berbagai daerah seperti grup kesenian dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here