Home Berita Samijo, Santri Pendukung Jokowi Gelar Doa

Samijo, Santri Pendukung Jokowi Gelar Doa

1038
0
SHARE
DOA - Parade Santri Militan Jokowi di Cirebon. (tiras.co/istimewa)

CIREBON, tiras.co – Dukungan santri kepada Presiden Joko Widodo masih berlangsung bergelombang. Setelah menggelar dzikir dan doa bersama di Kabupaten Serang dan Pangandaran pekan kedua Juli 2018 lalu, kini giliran ribuan Santri Militan Jokowi (Samijo) wilayah Cirebon, Jawa Barat menggelar kegiatan serupa, Rabu (18/7/2018).

Mengusung kegiatan dalam bentuk dzikir dan doa, para santri mengusung tema “Kemenangan Jokowi, Kemenangan Umat Islam.” Gelaran tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Badriyah, Desa Cikeduk, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon milik sesepuh KH Arif Suhartono.

“Cirebon merupakan sentral peradaban Islam Nusantara, sebagai tempatnya para wali. Untuk itu kita bermunajat agar bangsa Indonesia selalu aman, damai, bersatu padu, dan sejahtera bagi masyarakatnya. Khususnya kepada Presiden Jokowi selaku pemimpin bangsa, agar selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dalam menjalankan pemerintahan,” kata Koordinator Samijo Cirebon, Gus Hasan Malawi, yang merupakan putra dari KH Zamzani Amin, Babakan, Ciwaringin, Cirebon, dalam rilis yang diterima redaksi tiras.co.

Menurutnya, sudah sepantasnya Presiden Jokowi selalu didoakan oleh rakyatnya. Jika ada riak-riak, menurut Gus Hasan, hal itu adalah hal biasa. “Namanya memimpin sebuah bangsa, pro-kontra pasti terjadi,” tuturnya.

Selama ini Gus Hasan melihat, Presiden Jokowi selalu mau menerima kritik dan mendengarkan masukan-masukan banyak pihak.

“Setiap keputusan pasti tetap di mata orang lain pasti ada kelemahan. Manusia tidak ada yang sempurna. Kritik, pro dan kontra itu sebuah dinamika,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, dirinya mengajak kepada seluruh elemen bangsa, khususnya umat Islam untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan, tidak terpecah-pecah dengan provokasi-provokasi kelompok tertentu yang menginginkan kondisi masyarakat di akar rumput menjadi gaduh, atau bahkan konflik. Samijo tidak ingin bangsa ini hancur gegara kepentingan oknum-oknum yang haus berkuasa dengan menghalalkan segala cara, bahkan sampai mengadu domba.

Dalam pilpres mendatang, Gus Hasan menekankan pada pentingnya para pihak yang bertarung nantinya, agar sama-sama mengedepankan politik yang sehat dan santun. “Jangan menggunakan cara-cara yang merusak, seperti menyebarluaskan informasi palsu, apalagi informasi tersebut dimaksudkan untuk membunuh karakter figur tertentu,” tegasnya.

Dia tidak menutupi bahwa selama ini masih ada yang menuduh Jokowi anti Islam. “Tudingan itu tidaklah benar, karena selama ini Jokowi sangat peduli dengan umat Islam. Salah satunya adalah dengan memperlihatkan kepada kita semua bagaimana beliau sangat hormat dan mencintai ulama. Sepatutnya kami akan dukung kembali jadi presiden. Kemenangan Jokowi, kemenangan umat Islam,” tegasnya.

Sementara itu KH Arif Suhartono menyatakan, “Kalau bicara data keberhasilan Pak Jokowi sebagai presiden sudah banyak, yang paling dirasakan betul adalah rakyat merasakan Jokowi adalah presidennya rakyat.” Jika ada berita program bagaimana harus berpihak pada rakyat, saat ini masyarakat sudah melihat dan merasakan keberpihakan Jokowi pada rakyat.

*/ado

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here