Home Senggang Saat Fotografi Berkembang Menjadi Aktualisasi Seni

Saat Fotografi Berkembang Menjadi Aktualisasi Seni

314
0
SHARE
PAMERAN FOTOGRAFI: Karya fotografi "Perjamuan Terakhir" dipamerkan dalam Pameran Abad Fotografi IV di Jogja Gallery. (bambang sk)

SALAH satu karya fotografi perupa Edial Rusli melukiskan “Perjamuan Terakhir” dimana Yesus sebelum kematiannya, makan malam bersama kedua belas muridnya. Karya Edial yang merupakan pengajar FSMR Jurusan Fotografi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini dipamerkan dalam salah satu ruang di Jogja Gallery Jl. Pekapalan 7 Alun-alun Utara Jogja.

Pameran Abad Fotografi IV bertema “Momentum” yang dibuka sejak Kamis (12/09/2019) malam diikuti 14 fotografer. Karya visual fotografi Edial merupakan hasil imajinasinya akan perjalanan peristiwa ruang dan waktu di kawasan Malioboro. Perupa Edial ingin mengkonstruksi imaji-imaji masa lalu dan kejadian sekarang untuk diimajinasikan menjadi karya imajinasi visual fotografi.

Kurator Jim Supangkat menjelaskan, pameran Abad Fotografi sudah rutin digelar sejak kali pertama tahun 2013, diprakarsai perupa foto Sjaiful Boen dan Kun Tanubrata. Dalam pemeran kali ini, peserta membagi 14 ruang tertutup dalam menyajikan karya fotografinya. Dengan begitu, tiap peserta seperti mendapat kesempatan menggelar pameran tunggal.

Sementara peserta pameran yang cenderung menampilkan karya eksperimental menjadi lebih bebas mengembangkan ide karena tidak perlu khawatir akan mengganggu karya-karya lain pada pameran. “Hasilnya, menakjubkan karena karya-karya yang disajikan terkesan memperlihatkan persepsi para peserta tentang fotografi,” kata Jim Supangkat.
Wagub DI Yogyakarta Paku Alam X menyebut fotografi tak lagi hanya sebagai media dokumentasi, melainkan lebih jauh lagi. “Saat ini, fotografi telah menjadi sebuah aktualisasi seni, menjadi medium pengungkapan ekspresi, dan sekaligus menjadi sebuah sarana sosialisasi,” kata dia.

Paku Alam mengapresiasi digelarnya pameran ini oleh komunitas Abad Fotografi. Diharapkan hadirnya para perupa dalam dan luar negeri ini mampu memperkaya khasanah fotografi. Selain itu, menjadi sarana edukasi-rekreasi bagi warga Yogyakarta, sekaligus sebuah gerakan pelestari budaya, melalui eksplorasi dan ekspresi terhadap keragaman tradisi.
Karya lain yang ditampilkan dalam pameran Abad Fotografi IV kali ini adalah karya perupa Risman Marah, Irwandi, Ngesti Liman. Selain itu juga ada karya jurnalis Antara Ismail Partizki, sosen design grafis Kyoto University Jepang Yusuke Mimasu, perupa foto software engeneering Swiss Jiri Kudran, pelukis dan perupa foto dari Bali Chusin Setiadidkara, perupa foto Hermandari Kartowisastro, perupa Antor Ismail, Suherry Arno, Kun Tanubrata dan perupa foto Sjaiful Boen. (bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here