Home Berita RUU Cipta Kerja Jadi Paradigma Baru Hadapi Pandemi

RUU Cipta Kerja Jadi Paradigma Baru Hadapi Pandemi

69
0
SHARE
Wihana Kirana. (tiras.co/yudhistira)

YOGYAKARTA, tiras.co – Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Prof Wihana Kirana Jaya menilai Omnibus Law RUU Cipta Kerja merupakan salah satu paradigma baru dalam menghadapi kemungkinan krisis ekonomi di masa pandemi Covid-19. Ini merupakan terobosan baru untuk mengangkat perekonomian rakyat.

Menurut Wihana, perlu paradigma baru di masa pandemi supaya perekonomian dapat berjalan. Paradigma baru tidak bisa seperti di masa normal, harus di masa krisis juga. Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang ada saat ini merupakan upaya pemerintah untuk memulai lebih awal, sebelum kondisi normal. Ia menyampaikan itu dalam diskusi virtual bertajuk ”Solusi Membangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi”.

Permasalahan pelik investasi yang dihadapi Indonesia seperti regulasi yang tumpang tindih serta birokrasi yang menyebabkan bottleneck investasi perlu segera diselesaikan.

”Awalnya ini dirancang ideal untuk masa sebelum pandemi guna mendorong aggregat demand, tapi bukan berarti kita bisa bersantai. Harus ada pemikiran bagaimana bisa bersaing dengan negara-negara tetangga sementara peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia jauh tertinggal,” ujar Wihana.

Investasi Lokal

Ia juga menyoroti istilah investasi tidak bisa dilihat hanya sebagai investasi asing. Menurutnya, RUU Cipta Kerja memiliki semangat untuk mendorong investasi lokal yang basisnya ekonomi masyarakat. Justru dalam regulasi ini, ada batasan-batasan. Policy dan rule of the game-nya coba diselaraskan agar investasi lokal juga terdorong dan terakselerasi.

Ekonom dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ahmad Maruf menambahkan semangat RUU Cipta Kerja justru bisa mengakselerasi dan menstimulus ekonomi rakyat. ”Omnibus Law tidak hanya pro investor besar, RUU Cipta Kerja juga sangat pro investor lokal yang skalanya ekonomi rakyat. Regulasi dibabat untuk melihat kepentingan di lapangan langsung,” tandas Maruf.

Ia memberi contoh mengurus perizinan saat sangat sulit. Persyaratan-persyaratan memulai usaha juga seringkali tidak sesuai dengan skala usaha yang ada. Usaha kecil tidak mudah untuk bisa memulai kembali bisnisnya. Ia melihat justru RUU Cipta Kerja ini mengedepankan peranan negara untuk masyarakat.(yudhistira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here