Home Berita Ruang Isolasi UGM Masih Memadai

Ruang Isolasi UGM Masih Memadai

69
0
SHARE
4UGM
Kampus UGM/Ist

JOGJA, tiras.co – Sekretaris Rektor UGM, Drs Gugup Kismono MBA PhD menegaskan kampusnya memiliki sarana isolasi dan rumah singgah yang memadai untuk menampung dan menangani sivitas yang terpapar Covid-19. Ada beberapa sivitas terpapar corona yang tengah diobservasi dan diisolasi di fasilitas yang disediakan, hingga hasil swab lanjutan telah menunjukkan hasil negatif.
Gugup mengungkapkan itu menanggapi informasi yang beredar melalui pesan berantai yang menyebutkan bahwa fasilitas isolasi mandiri yang disediakan UGM telah terisi penuh. Pernyataan tersebut tidak benar. Ia menjelaskan sejumlah kamar isolasi tengah digunakan namun jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga banyak kamar isolasi yang tersedia tidak terisi.
”Kampus memiliki 8 unit asrama dengan kapasitas 2.617 bed. Dari jumlah itu hanya 1 asrama yaitu Darmaputra yang digunakan untuk isolasi mandiri internal UGM. Jumlah kamar yang digunakan 43 atau 86 bed. Saat ini hanya terisi 20 kamar arau 20 bed. Jadi, tidak benar asrama UGM hampir penuh untuk isolasi mandiri,” tandas Gugup.

Cukup Menampung
Ketua Satgas Covid-19 UGM, Dr dr Rustamadji MKes memberi klarifikasi bahwa informasi yang beredar tersebut bukan merupakan pernyataan resmi dari Satgas. Sarana isolasi dan rumah singgah sampai saat ini masih cukup menampung kebutuhan isolasi mandiri sivitas.
Ia menambahkan UGM masih menerapkan kebijakan untuk membatasi aktivitas di lingkungan kampus, termasuk dalam proses pembelajaran yang melibatkan mahasiswa. Akses masuk dan keluar kampus pun diatur dengan memperhatikan protokol kesehatan dan perkembangan situasi.
Proses pembelajaran, masih secara daring, meski sejumlah kegiatan luring tetap diperbolehkan dengan mekanisme pengajuan izin dan dengan menerapkan sejumlah protokol dan penyesuaian pada fasilitas kampus demi memastikan bahwa seluruh sivitas dapat tetap menjaga jarak ketika beraktivitas di lingkungan kampus.
Berdasarkan data, seluruh pimpinan universitas dalam kondisi sehat. Situasi kasus infeksi Covid-19 di UGM juga menurutnya masih cukup terkendali. Hal ini didukung dengan proses tracing, testing, dan treatment yang telah dijalankan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Evaluasi dan pembenahan sistem juga terus dilakukan, misalnya terkait dengan sistem deteksi, pelaporan, dan penanganan dugaan kasus Covid-19.
yudhistira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here