Home Senggang Rombongan Siswa Autis pun Berwisata di GL Zoo

Rombongan Siswa Autis pun Berwisata di GL Zoo

774
0
SHARE
Autis
SISWA AUTIS: Para siswa berkebutuhan khusus, seperti penyandang tuna grahita dan anak-anak autis pun butuh berwisata. Tampak para siswa SMK Autis dari Jakarta tengah beristirahat di dekat kandang harimau. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Dalam sepekan terakhir objek wisata Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta dipadati rombongan siswa sekolah, baik dari dalam maupun luar kota Yogyakarta. Tak ketinggalan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Candradimuka Cilandak, Jakarta Selatan yang mendidik siswa berkebutuhan khusus autis pun mengajak siswanya ke kebun binatang Yogyakarta.

“Ini dalam rangka study tour, program tahunan ke luar Jakarta. Kami ajari para siswa autis disiplin, kemandirian jauh dari orangtua supaya anak-anak bisa mengurus dirinya sendiri,” kata Imam Fauzi, Kepala Sekolah SMK Candradimuka saat membawa rombongan siswanya di GL Zoo, Selasa (10/10/2017).

Menurut Imam, ada 12 siswa autis dari kelas 10, 11, dan 12, masing-masing siswa didampingi satu guru. “Kami kenalkan anak-anak dengan satwa koleksi di kebun binatang ini. Mereka senang lihat binatang,” tutur Imam.

Seusai dari GL Zoo, para siswa autis ini melanjutan wisata ke Puncak Becici, Bantul. Puncak Becici berada di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo. Lokasi wisata ini pada akhir Juni lalu sempat dikunjungi mantan Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama. “Selanjutnya kami ke Candi Borobudur, Taman Sari dan Keraton Yogyakarta,” jelasnya.

Sementara itu Sekolah Luar Biasa (SLB) C (tuna grahita) dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Cabang Semarang, Jawa Tengah juga mengadakan wisata edukasi ke GL Zoo. “Saya nilai tepat mengajak para siswa melihat langsung satwa koleksi di sini, karena kalau di kelas hanya ada gambar binatang saja,” kata Nur Hidayati, salah satu guru sekolah SLBC ini.

Saat melihat gajah, salah satu siswa tuna grahita itu komentar dengan takjub, “Waoow..besar sekali gajahnya. Hidungnya panjang banget.”

Selain diperkenalkan jenis hewan yang dilihatnya, para siswa SD hingga SLTA SLBC yang keseluruhan mencapai lebih 125 anak itu juga dikenalkan dengan nama kandang yang ditempati hewan tersebut. Misalnya, kalau tempat ikan disebut akuarium, kandang macan namanya kranjeng (Jawa-Red), dan lainnya.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here