Home Berita Rokok Elektrik Haram!

Rokok Elektrik Haram!

144
0
SHARE
Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Gunawan Budiyanto ketika menyampaikan gagasan kampus bebas rokok. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Gunawan Budiyanto menyampaikan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menjadikan lingkungan kampus sebagai wilayah yang nyaman dan terbebas dari asap rokok.

”Edukasi mengenai rokok kepada masyarakat sangat perlu dilakukan secara masif dan memberikan pemahaman dengan baik melalui program Kampus Senyaman Teman,” ujar Gunawan ketika memberikan sambutan pada forum Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (24/1).

Selain memberi edukasi kepada seluruh lapisan UMY seperti mahasiswa, dosen dan karyawan, kampus juga akan mengadakan program Kuliah Kerja Nyata yang berfokus pada permasalahan rokok. Bersama dengan Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat, kampus sedang merumuskan KKN yang programnya berkaitan dengan rokok.

”Memang susah, tetapi ini harus dicoba agar masyarakat menjadi lebih baik lagi. Saya juga berharap hal itu dapat diikuti kampus lainnya,” tandasnya.

Haram

Dalam forum silaturahmi itu disampaikan fatwa yang tertuang pada surat keputusan Nomor 01/PER/I.1/E/2020 tentang hukum dari e-cigarette (rokok elektrik) pada 14 Januari 2020 di Yogyakarta. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa rokok elektrik hukumnya haram.

Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid menjelaskan hal itu dilakukan guna meneguhkan kembali posisi Muhammadiyah terhadap rokok. Pasalnya, perkembangan perokok semakin masif, salah satunya dengan penggunaan rokok elektronik.

”Merokok elektronik hukumnya haram sebagaimana rokok konvensional, karena kategori perbuatan mengkonsumsi perbuatan merusak atau membahayakan. Lalu rokok elektrik membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uap (asap) sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi,” tandasnya.(bambang sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here