Ribuan Poin Terkumpul untuk Membantu Guru Honorer

1LBANTUAN-FOTO
Ignatius Kardinal Suharyo. (Tiras.co/Ist)

JAKARTA, tiras.co – Ribuan poin terkumpul dalam kegiatan penggalangan dana melalui olahraga virtual yang digagas Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI). Poin yang terkumpul menandakan perolehan dana yang akaan digunakan untuk membantu para guru honorer di sekolah Katolik terutama yang berada di pelosok.
Adapun penyaluran dana serta para penerima bantuan akan diatur oleh dua lembaga lain. Yaitu Yayasan KARINA KWI, lembaga kemanusiaan di bawah payung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang dipimpin Rama Dr Fredy Rante Taruk Pr dan Komisi Pendidikan KWI yang ditangani TB Gandhi Hartono SJ. Termasuk juga Lembaga Daya Dharma, lembaga pelayanan sosial di bawah Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ) juga turut aktif terlibat.
Bersama AAJI , Pater Christoforus Kristiono Puspo SJ, Direktur Eksekutif LDD-KAJ menjadi salah satu inisiator Caritas Christmas. Pendidikan harus jalan terus di tengah situasi berat pandemi. Ia mengajak semua pihak memperhatikan guru honorer. Hasil penggalangan dana Caritas Christmas akan disalurkan kepada 1.800-2.000 guru honorer sekolah swasta Katolik di 27 provinsi di luar Pulau Jawa.

Respons Umat
Christoforus menjelaskan gagasan AAJI menjalar dalam waktu singkat ke seluruh Indonesia serta 17 negara lain. Informasi bergerak amat cepat karena anggota AAJI berada di lima benua. Hanya dalam tempo satu bulan, 3.000 lebih peserta memastikan diri ikut.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang antara lain, rohaniwan dan rohaniwati yang rata-rata berkarya di dunia pendidikan, para profesional, pengusaha, guru, mahasiswa, wartawan, ibu rumah tangga, dokter, dan lainnya.
Rentang usia partisipan juga mengejutkan. Beberapa peserta masih giat berolahraga di usia emas antara lain Sr Francesco Mariannti OSU (86 tahun), Pater James Spillane (77 tahun), Uskup Palembang Mgr Sudarso SCJ (75 tahun). Rata-rata peserta merupakan alumni sekolah-sekolah asuhan sejumlah ordo yang sudah beberapa dekade berkarya di dunia pendidikan Indonesia seperti Jesuit, Santa Ursula, Carolus Boromeus, Bruder FIC, Suster Jesus Maria Josef, serta belasan yayasan lain yang menyelenggarakan pendidikan di 27 provinsi di luar Pulau Jawa.
Seluruh peserta terbagi dalam 133 tim yang mengatur aktiviitas lari, jalan, gowes sekaligus mengatur penggalangan dana masing-masing seturut panduan yang dirancang oleh platform donasi Aktivin.
Para donator dipersilakan menyumbang Rp 50.000 per poin. Setiap poin setara satu kilometer lari dan jalan serta tiga kilometer bersepeda. Para donatur bisa mengecek pergerakan sumbangannya secara transparan melalui platform Aktivin. Di hari pembukaan, dana yang terkumpul mendekati Rp 2,5 milyar (50.000 poin). Ini setara 50.000 kilometer atau lebih dari sekali mengelilingi bumi.
Ignatius Kardinal Suharyo yang ikut berlari, berpesan agar kegiatan belarasa menjadi gerakan bersama untuk kebaikan para guru serta masyarakat luas. Hendaknya ini menjadi gerakan bersama untuk membantu mengangkat beban para guru terutama mereka yang berada di tempat-tempat jauh dan terpencil. Ia memimpin misa pembukaan Caritas Christmas Cross Challenge di Katedral Jakarta pada 1 Desember 2020, diikuti umat secara terbatas, disiarkan secara daring melalui saluran Youtube.
bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here