Home Senggang Ribuan Orang Ikuti Laku Mubeng Beteng

Ribuan Orang Ikuti Laku Mubeng Beteng

620
0
SHARE
Mubeng
Suasana jelang Mubeng Beteng 1 Sura. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Menyambut Malam 1 Suro 1951 Dal yang jatuh pada Kamis (21/9) atau malam Jumat Kliwon, ribuan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya menjalani ritual laku tapa bisu mubeng beteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Lampah laku keliling beteng itu dijalani oleh sebagian peserta dengan mengenakan pakaian tradisional Jawa.

Masyarakat dari pelbagai golongan tampak antusias menanti peserta yang dilepas dari Bangsal Ponconiti pada pukul 24.00 WIB. Sebelum dimulai, peserta terlebih dulu mendengarkan lantunan macapat yang dipimpin KRT Projoswasono.

Mereka berdatangan di kompleks Keben sekira pukul 20.00 WIB. Semakin malam kian banyak yang berdatangan dan duduk mendengarkan lantunan macapat yang dikumandangkan para abdi dalem Keraton.

Ketua lampah budaya mubeng beteng KRT Gondo Hadiningrat menjelaskan makna kegiatan tahunan ini untuk berdoa dan refleksi diri. Dan, secara khusus tahun ini para abdi mohon kesejahteraan NKRI, khususnya Yogyakarta.

”Doanya tercakup untuk kesejahteraan Jogja Istimewa dan NKRI, dimana masyarakat akan bekerja keras sesuai tugas dan kewajiban masing-masing,” tuturnya seraya menunjukkan tema yang diusung dalam kegiatan kali ini, yakni “Manunggaling Kawula Gusti”.

Ia menilai penyelenggaraan tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. ”Tidak ada gejolak abdi dalem dan saya rasa terlalu pagi membicarakan raja perempuan. Karena Ngarsa Dalem masih seger, yang pasti mendoakan Yogyakarta dan NKRI,” katanya.

GKR Mangkubumi mewakili Keraton Yogyakarta berharap masing-masing peserta bisa introspeksi diri. “Mugi tansah lancar semua bisa introspeksi diri, mana yang belum dilaksanakan dan mana yang baik atau buruk. Yang baik dilanjutkan dan yang buruk dihilangkan,” pesannya sambil memyerahkan bendera pada perwakilan abdi dalem Suwarno Kusumo Yudo dan menyematkan bunga kantil.

Dewi, salah seorang peserta asal Magelang mengaku penasaran untuk ikut acara mubeng benteng. “Sudah lama ingin ikut, tapi baru kali ini ada waktu ikut bersama teman. Saya belum pernah mubeng beteng tanpa bicara,” ucap Dewi.

Rute 7 kilometer pun ditempuh sejak keluar dari Keben Keraton, belok ke kiri Jalan Kauman-Tamansari-Pojok Beteng Barat, belok kiri menuju MT Haryono- Jalan Mayjen Sutoyo, belok kiri Jalan Brigjen Katamso-Jalan Yudonegara, Alun-alun Utara dan kembali ke keraton.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here