Ribuan Mitra Binaan LPEI Siap Ekspor

27KPOR-FOTO
Rapat LPEI dan DPR. (Foto: Tiras.co/ist)

JOGJA, tiras.co – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank per Oktober 2020 telah menyalurkan pembiayaan ekspor senilai Rp 92 Triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp18,7 Triliun yang telah diberikan Pemerintah.
Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI baru-baru ini menyampaikan, selain Pembiayaan, LPEI juga telah menyalurkan pPenjaminan senilai Rp 9,4 Triliun dan asuransi senilai Rp 9,3 Triliun.
Menurutnya sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam hal peningkatan ekspor, LPEI telah melahirkan 59 eksportir baru dan 2.200 UKM binaan yang siap melakukan ekspor.
”Dari Rp18,7 Triliun PMN yang telah diberikan oleh Pemerintah yang terdiri atas Rp 12,5 Triliun Penugasan Umum dan Rp 6,2 Triliun, Pembiayaan Ekspor yang disalurkan adalah Rp 92 Triliun, Penjaminan Ekspor Rp 9,4 Triliun, Asuransi Rp 9,3 Triliun, dan penciptaan 59 eksportir baru. Pembiayaan Ekspor juga berkontribusi 14,6% terhadap Ekspor Barang Indonesia,” papar James.
Pembiayaan yang telah diberikan tersebut juga diikuti perbaikan kinerja yang dilakukan. Non-Performing Loan (NPL) neto per Oktober 2020 telah mengalami perbaikan menjadi 11,8% dengan Coverage Ratio 77,1%. Selain itu, LPEI juga mampu membukukan laba bersih senilai Rp 234 Miliar dan diproyeksikan menjadi Rp 251 Miliar di akhir Desember tahun ini.

Pemulihan Ekonomi
Ia menjelaskan selain aspek finansial, LPEI juga telah mengukur Dampak Ekonomi dan Sosial atas Pembiayaan tersebut, di antaranya Peningkatan Product Domestic Bruto (PDB) 2,49 kali dari pembiayaan yang diberikan serta penyerapan tenaga kerja hingga 50 orang per Rp 1 Miliar.
”LPEI juga telah memiliki 2 Desa Devisa yang berasal dari Jembrana dan Yogyakarta. Desa Devisa merupakan sebuah program yang mendorong ekspor berbasis komoditas unggulan daerah. Ini menjadi catatan sehingga kami mendapatkan penugasan dari Pemerintah dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” imbuh James.
Program tersebut melibatkan UKM dan Korporasi yaitu Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Pembiayaan UKM berorientasi ekspor senilai Rp 500 Miliar dan Program Penjaminan Pemerintah untuk Korporasi dengan nilai penjaminan Rp 100 Triliun. bram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here