Home Berita Rektor UIN: Kelemahan PTKIN pada Bahasa Inggris

Rektor UIN: Kelemahan PTKIN pada Bahasa Inggris

474
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof KH. Yudian Wahyudi menyebut salah satu kelemahan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) adalah kemampuan bahasa Inggris. Padahal menghadapi perkembangan globalisasi dunia, kemampuan berbahasa internasional, terutama bahasa Inggris menjadi persyaratan utama dalam dunia kerja maupun studi lanjut.

“Dulu, Islam orientasinya ke Timur Tengah, tapi sekarang Timur Tengah bukanlah guru yang baik. Guru yang baik ada di Barat,” aku Prof Yudian Wahyudi di sela-sela seminar bertajuk “Peran Ujian Kemampuan Bahasa Inggris Dalam Pengembangan Kapasitas Insan Akademik dan Institusi Pendidikan di PTKIN” di Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (17/7).

Seminar yang diikuti para pimpinan PTN di bawah lingkungan Kementerian Agama ini diselenggarakan untuk memperkenalkan Program AKSARA (Ajang Kemahiran Berbahasa Berstandar Dunia). Program ini dirancang khusus perguruan tinggi di Indonesia, untuk mendapatkan kemudahan dan manfaat tambahan dalam membekali mahasiswanya.

Selain itu, untuk memperoleh kesempatan lebih luas, baik dalam memulai karir maupun melanjutkan pendidikan lanjut melalui nilai dan sertifikasi ujian bahasa Inggris berstandar internasional TOEFL®ITP.

Melalui program AKSARA, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kerjasama dengan Indonesian Inetrnational Education Foundation (IIEF) berupaya mendukung perguruan tinggi dalam usahanya mempersiapkan dan membekali mahasiswanya setelah kelulusan, baik untuk memasuki jenjang karir maupun melanjutkan pendidikan lebih lanjut. Dengan demikian, membantu perguruan tinggi dalam menyediakan ujian bahasa Inggris berstandar internasional bagi mahasiswanya tanpa harus membuat ujian baru, sehingga lebih efektif dari segi waktu, tenaga dan dana.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here