Home Berita Raih Perunggu di Pimnas

Raih Perunggu di Pimnas

207
0
SHARE
Mahasiswa UNY meraih perunggu di Pimnas usai meneliti gotong royong. (tiras.co/istimewa)

JOGJA, tiras.co – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Yogyakarta berhasil meraih perunggu kategori presentasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Bali belum lama ini.

Tim yang terdiri atas Febriani dari Prodi Pendidikan Fisika, Ridho Utami dari Prodi Fisika dan Adhis Tessa asal Prodi Pendidikan Sosiologi membuat karya berjudul ”Pergeseran Nilai Gotong Royong terhadap Pola Hidup Masyarakat berdasarkan Sudut Pandang Termodinamika”.

Menurut Febriani, mereka tertarik mengkaji tentang keterkaitan pergeseran gotong royong terhadap pola hidup masyarakat berdasarkan sudut pandang termodinamika sebagai sistem kompleks.

Gotong royong menjadi penanda identitas dan harmoni sosial bangsa Indonesia karena merupakan budaya yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sebagai identitas dan warisan budaya yang telah ada secara turun-temurun.

”Namun belakangan ini gotong royong telah mengalami pergeseran nilai karena adanya perubahan sosial yang mempengaruhi, seperti berkembangnya teknologi industri dan informasi serta tingkat kesibukan masyarakat yang tinggi sehingga dalam proses gotong royong tidak lagi menggunakan tenaga, tetapi bisa digantikan oleh uang yang bersifat material,” papar Febriani.

Perpecahan

Ia bahkan menilai pesta demokrasi tahun 2019 lalu membuat masyarakat terkotak-kotak dalam komunitas sesuai minat dan menimbulkan perpecahan serta gesekan. Dalam hal ini gotong royong bisa menjadi media untuk saling berinteraksi serta meredam konflik yang ada.

Ridho Utami memaparkan bahwa penelitian mereka menggunakan metode campuran atau mixed methods, yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode tersebut digunakan karena butuh analisis secara kualitatif dan kuantitatif dalam menarik kesimpulan. Model yang digunakan ialah model sequential exploratory, metode kualitatif terlebih dahulu kemudian kuantitatif.

”Budaya gotong royong serta pergeserannya dapat digali secara mendalam dengan menggunakan metode kualitatif. Sementara penelitian kuantitatif difokuskan untuk mencari korelasi antara budaya gotong royong dengan termodinamika sebagai sistem kompleks serta pemetaan pergeseran budaya gotong royong,” imbuhnya.(yudhistira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here