Home Berita Putut: Pemuda Katolik Harus Jaga NKRI

Putut: Pemuda Katolik Harus Jaga NKRI

497
0
SHARE

BALI, tiras.co – Ketua Presidium Bidang Komunikasi Politik Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) AM Putut Prabantoro minta Pemuda Katolik (PK) sebagai organisasi kemasyarakatan dalam tubuh Gereja Katolik di Indonesia untuk menjadi penjaga utama ikatan tak terputus NKRI. Hal ini mengingat Tahta Suci (Vatikan) termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1947, dengan mendirikan perwakilan di Indonesia dalam level Apostolic Delegatea.

“Hubungan Tahta Suci dan Indonesia (Nusantara) sudah dilakukan sejak zaman Majapahit,” katanya di hadapan peserta Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) Pemuda Katolik di Denpasar, Bali, Sabtu (28/4/2018).

Ia sampaikan, hubungan antara Tahta Suci dan Indonesia yang dulu disebut dengan nama Nusantara, telah terjadi sejak zaman Majapahit yang didirikan pada 1293. Kontak pertama tersebut terjadi pada kurun waktu 1318 – 1330, ketika Odorico Mattiussi, biarawan dari Ordo Fransiskan diutus oleh Paus untuk mengadakan misi ke Asia.

Di Nusantara, lanjut Putut, Mattiussi berkunjung ke Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Kunjungan tersebut tercatat dalam buku “Travels Of Friar Odoric of Pordenone”. Secara detil buku itu menjelaskan peta perjalanan Mattiussi ke Nusantara, yang berawal dari Padua, Italia menyeberang ke Laut Hitam, Persia, melalui Kakulta, Madras, Sri Lanka, Pulau Nikobar (Samudera Hindia) dan Sumatera. Dari Sumatera, Mattiussi meneruskan perjalanannya ke Jawa dan Kalimantan (Banjarmasin).

Matiussi disebutnya sebagai orang Eropa kedua setelah Marcopolo yang berkeliling dunia. Secara tegas disebut daerah yang bernama Sumatera. Dan Dalam catatan yang dibuat Mattiussi, disebut kerajaan beraliran Hindu-Budha yang bernama Majapahit. Menurutnya, perjalanan biarawan Fransiskan itu untuk mendapatkan informasi tentang wilayah Asia, yang sebagian besar penduduknya menganut agama Hindu dan Budha. Diperkirakan, kunjungan Mattiussi adalah kunjungan misi diplomatik dengan melihat rangkaian perjalanannya.

“Secara resmi Gereja Katolik Indonesia masuk Indonesia pada 1534 ketika Kepala Kampung Mamuya, Halmahera Utara dan masyarakatnya dipermandikan oleh Gonzalo Velloso, seorang pedagang dari Portugal,” ujarnya.

Putut menyebut Tahta Suci berperan penting dalam pengakuan internasional terhadap kemerdekaan Indonesia. Atas permintaan dari Uskup Pribumi Pertama Mgr. A. Soegijapranata SJ, Tahta Suci mengakui kemerdekaan Indonesia dan menjadikan Tahta Suci sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan Tahta Suci ini mendorong negara-negara lain mengikuti jejak mengingat Vatikan memiliki pengaruh politik dunia.

Karena itu, katanya, tidak ada kata lain bagi PK untuk menjaga ikatan NKRI dalam bungkus Bhinneka Tunggal Ika. “PK didorong untuk tidak tinggal diam ketika NKRI mendapat ancaman,” ajaknya.

bambang sk/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here