Home Berita Pusdalops Perlu Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Sistem Peringatan Dini

Pusdalops Perlu Tingkatkan Kemampuan Pengelolaan Sistem Peringatan Dini

581
0
SHARE
warning
DISKUSI: Suasana diskusi tentang kebencanalaman. (tiras.co/bambang sk)

JOGJA, tiras.co – Meski sudah ada data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), termasuk data kualitatif sebelumnya terkait dengan terdeteksinya Siklon Tropis Cempaka, nyatanya wilayah DI Yogyakarta (DIY) selalu diuji dengan sesuatu yang tidak terduga.

Manager Pusdalops BPBD DIY Danang Samsurizal ST menyebutkan, dampak Siklon Tropis Cempaka mulai dirasakan sejak 27 November 2017, dengan terjadinya angin kencang, gelombang besar laut, hujan sangat lebat, tanah longsor dan banjir.“Siklon Cempaka telah mengakibatkan jatuhnya puluhan korban jiwa dan harta benda di DIY dan sekitarnya,” katanya pada Roundtable Discussion “Pembelajaran Penting Penanganan Badai Tropis Cempaka dari Aspek Sistem Peringatan Dini dan Sosialisasi yang Menyentuh Pemahaman Masyarakat Umum” di Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta, Kamis (7/12/2017).

Selain itu, lanjut Danang, Siklon Cempaka juga mengakibatkan ribuan jiwa lainnya terdampak atau mengungsi akibat terputusnya jalur transportasi darat. Menurutnya, Siklon Tropis Cempaka di wilayah perairan selatan Jawa Tengah mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya. Dampak yang ditimbulkan berupa potensi hujan lebat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Ia menyebutkan terkait Siklon Cempaka tersebut, pembelajaran yang perlu diambil adalah lemahnya Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini, terutama pada pengenalan risiko, analisis wilayah terdampak dan penyampaian informasi. Karena itu, Pusdalops perlu meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan EWS, terutama terkait cuaca ekstrem.

Kepala Kantor Stasiun Klimatologi Yogyakarta Agus Sudaryatno, SKom, MM menyampaikan, sejak terdeteksinya Siklon Tropis ini, BMKG melalui media telah memberikan peringatan dini kepada para pihak terkait, termasuk ke masyarakat. Dengan arahan jelas untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang pohon tumbang, gelombang tinggi dan jalan licin.

Badai Cempaka di perairan selatan Jawa disebutkan bergerak ke arah timur, mengakibatkan belokan angin dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di atas DIY. Aliran masa udara basah dari barat menyebabkan kondisi udara di sekitar Jawa dan DIY menjadi sangat tidak stabil. Interaksi kedua fenomena tersebut berdampak terhadap kondisi cuaca di wilayah DIY, berupa potensi hujan hingga sangat lebat , kecepatan angin meningkat, gelombang peningkatan kecepatan angin dan gelombang di perairan selatan.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here