Home Berita Puncak Peringatan Dies ke-35 SPs UGM

Puncak Peringatan Dies ke-35 SPs UGM

396
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Pengamat politik UGM Prof Dr Mohtar Mas’oed menyampaikan, ketika publik yakin bahwa apa yang dikatakan politisi bukan yang sesungguhnya, mereka tidak tertarik untuk mendengarkan atau menanggapinya. Itu artinya, publik kehilangan kepercayaan pada nilai democratic citizenship.

Demikian disampaikan dalam orasi ilmiah “Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Demokrasi di Era Post-Truth” pada puncak Peringatan Dies Natalis ke-35 Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM, Jumat (7/9/2018). Puncak peringatan dies juga ditandai dengan penyerahan hadiah untuk pemenang lomba dan potong tumpeng.

Lebih lanjut disebutkan, fenomena itu sama dengan munculnya “media baru” berupa media sosial (medsos) yang cenderung tanpa identitas, kemudian mencoba menantang “media lama” seperti televisi, radio dan koran. Namun demikian diyakini pelaku amatiran tidak akan mampu menggantikan peran para ahli karena menyangkut persoalan etika dan akuntabilitas.

Pengajar Fisipol UGM ini menyebut tiga nilai dasar demokrasi idaman, yaitu kebebasan, kesetaraan dan toleransi. Cara kerja dan perilaku berpolitik yang memungkinkan masyarakat menerapkan hak berpartisipasi secara demokratik dengan menjunjung tinggi toleransi dan kesetaraan.

Ia juga menyebutkan, secara umum terdapat tiga kualitas politisi. Pertama, passion, yang bersemangat mengabdi untuk suatu tujuan. Kedua, a feeling of responsibility, mengejar tujuan dituntun oleh tanggung-jawab. Ketiga, a sense of proportion, yakni punya kemampuan menghadapi realitas dengan konsentrasi dan pikiran yang tenang serta kemampuan untuk “ambil-jarak” terhadap obyek.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here