Home Tekno PTM Berkontribusi 60% dari Kematian

PTM Berkontribusi 60% dari Kematian

812
0
SHARE
PTM Berkontribusi 60% dari Kematian
PTM Berkontribusi 60% dari Kematian

JOGJA, tiras.co – Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan ancaman kesakitan dan kematian serta produktivitas seseorang yang berimplikasi terhadap kesehatan masyarakat saat ini. WHO menyebutkan bahwa fenomena ini sebagai triple threat of disease.

PTM Berkontribusi 60% dari Kematian - Fakultas Kedokteran UGM
PTM Berkontribusi 60% dari Kematian – Fakultas Kedokteran UGM

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr Anung Sugihantoro Mkes menyebutkan, pada era 1990an penyebab kematian dan kesakitan terbesar masih penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), TBC, diare dan lainnya. “Namun sejak 2010 penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah stroke, jantung dan kencing manis,” katanya dalam orasi ilmiah puncak dies natalis ke-71 Fakultas Kedokteran UGM di auditorium setempat, Senin (6/3/2017).

Dalam hal ini, lanjut dr Anung, PTM berkontribusi sebesar 60% dari kematian di dunia per tahunnya, terutama di negara miskin dan negara berkembang. Bahkan, faktor risiko tekanan darah tinggi, obesitas dan penggunaan alkohol pada orang dewasa di Indonesia lebih tinggi daripada rata-rata negara lain di kawasannya.

Dalam orasinya berjudul “Promosi Kesehatan Guna Mewujudkan Gaya Hidup Sehat di Era Agenda Pembangunan Berkelanjutan” disebutkan pula bahwa berbagai ancaman kesehatan lainnya pun masih belum bisa diselesaikan. Pertama, isu kesenjangan kematian bayi dan anak antarwilayah dan antartingkat sosial ekonomi di Indonesia masih menjadi tantangan. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota secara serentak pada Juni – September 2016 menunjukkan prevalensi balita dengan status gizi sangat kurus dan kurus (BB/TB) 11.1 %, balita dengan status gizi sangat pendek dan pendek (TB/U) 27.5%, dan gizi buruk (BB/U) 3.4%.Kedua, ancaman wabah penyakit menular masih mengakibatkan angka kematian akibat HIV/AIDS (per 100.000 penduduk) tinggi. Ketiga, ancaman penyakit infeksi seperti diare dan pnemonia, komplikasi neonatal dan kekurangan gizi masih menjadi penyebab utama kematian bayi dan anak.

Selain itu, tambahnya, angka kejadian malaria terutama di 5 kawasan Timur Indonesia, yaitu Provinsi Papua, Papua Barat, NTT, Maluku dan Maluku Utara masih tinggi. (bambang sk/tiras.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here