Home Berita Presiden Jokowi Tinjau Hunian Tetap Korban Gempa

Presiden Jokowi Tinjau Hunian Tetap Korban Gempa

157
0
SHARE
Presiden Jokowi ketika meninjau hunian korban bencana Palu. (tiras.co/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PALU, tiras.co – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana meninjau proyek penyediaan hunian tetap bagi korban gempa begitu tiba di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (29/10). Sebelumnya, Presiden dan rombongan bertolak dari Kota Ambon dan mendarat di Kota Palu sekitar pukul 11.10 WITA.

Dalam keterangannya kepada media usai peninjauan, Jokowi mengakui perkembangan proyek agak terhambat oleh masalah pembebasan lahan. Namun, ia memastikan hal tersebut sudah ditangani setelah dirinya menelepon langsung Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.

”Ya ini setelah lebih dari setahun memang agak lambat karena masalah yang berkaitan dengan lahan, pembebasan lahan, terutama untuk relokasi hunian tetap. Tapi kalau yang bangun individu, ini sebagian sudah berjalan. Tapi tadi saya pastikan dari Pak Gubernur, Bupati yang ada, saya telepon Menteri Agraria dan Tata Ruang, alhamdulillah urusan lahan sudah rampung,” papar Presiden di lokasi proyek hunian tetap Duyu di Kecamatan Tatanga.

Menurutnya, setelah masalah lahan selesai, hal berikutnya yang sedang dikerjakan adalah proses lelang. Setelah proyek hunian tetap Duyu selesai, proyek serupa di Kabupaten Sigi juga akan dilelangkan, sebelum masuk ke tahapan konstruksi.

Fasilitas Publik

”Memang bukan pekerjaan kecil, ada 11.000 hunian yang harus disiapkan, relokasi. Contoh di sini, ini baru yang sudah siap dikerjakan untuk 450, yang di Sigi 1.500 tetapi yang dalam proses lelang 500. Ini juga semuanya seperti itu,” jelasnya.

Ia berharap proses konstruksi bisa segera dimulai di awal tahun. Pengerjaan konstruksi hunian tetap Duyu akan dilakukan secara pararel dengan proyek di Sigi pada Januari 2020.

Selain rekonstruksi rumah warga, pemerintah juga akan memperbaiki fasilitas-fasilitas publik seperti bandara dan pelabuhan. Menurut Kepala Negara, perbaikan akan segera dilakukan setelah proses lelang selesai karena anggaran untuk rehabilitasinya sudah siap.

Adapun untuk perbaikan di sektor pertanian, Presiden mengatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pengerjaan irigasi. Ia menyebut irigasi untuk mengairi lahan pertanian seluas 1.700 hektare dari total kebutuhan 7.000 hektare akan dikerjakan tahun 2019.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Ibu Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Juliari Batubara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, dan Wali Kota Palu Hidayat.(bram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here