Home Berita PKS Ingin Masuk Partai Papan Atas

PKS Ingin Masuk Partai Papan Atas

469
0
SHARE

JOGJA, tiras.co –Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengingatkan para calon pasangan kepala daerah dan wakilnya yang diusung berkampanye tidak menebar Sara hingga kampanye hitam kepada pasangan pesaingnya.

“Kitat melarang isu Sara digunakan dalam Pilkada. Kampanye hitam hingga fitnah itu tidak sehat,” kata Sohibul Iman di selaRapat Pleno Istimewa Fraksi PKS Nasional di Yogyakarta, Kamis (15/2/2018) malam.

Ia menyarakan para calon pasangan kepala daerah dan wakilnya untuk kampanye secara positif, dengan beradu visi dan misi. Diyakini para kader PKS memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa dimaksimalkan. Disadari kalau ada calon pasangan kepala daerah atau wakilnya tekena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, maka tidak akan dipilih masyarakat dan tidak bisa berkampanye.

Sohibul Iman berharap seluruh Anggota Dewan PKS terlibat aktif dalam agenda pemenangan Pilkada 2018. Ini mengingat setiap anggota dewan memilki konstituen dan juga jejaring. Selain itu, diharapkan dalam satu tahun terakhir ini Caleg PKS tetap menjalankan tugas sebagai legislatif dengan terus melakukaan advokasi kebutuhan rakyat.

Ia sebutkan dari 171 Pilkada se-Indonesia saat ini melibatkan 82 persen pemilih pemilu, yaitu sekitar 162 juta pemilih. Maka Pilkada kali ini disebutnya sangat strategis untuk menjadi batu loncatan pemenangan pemilu legislatif dan Pilres 2019 nanti.

Menurutnya, dari 171 Pilkada tersebut, PKS mengikuti 143 Pilkada, baik di tingkat provinsi maupun t Kota. “Jadi PKS ikut berpartisipasi di 80% Pilkada yang dielenggarakan pada 2018 ini,” jelasnya.

Pada 2019, PKS ingin masuk partai papan atas (partai 2 digit) dan juga menjadi bagian dari Capres 2019. “Maka, kami juga sudah memiliki 9 Bacapres dari internal PKS, dan malam ini akan kami launching.”

Sementara Sekjen PKS Mustafa Kemal menjelaskan terkait 9 calon Bacapres dari PKS. Menurutnya, di internal sudah selesai dengan terpilihnya 9 nama tersebut. “Sekarang tinggal membangun komunikasi dengan pihak eksternal, mencari mitra koalisi berdasarkan platform, visi dan misi. Sehingga koalisi yang terbangun berdasarkan nilai, bukan bersifat pragmatis jangka pendek kekuasaan,” terang Ketua Tim Komunikasi Koalisi PKS tersebut.

bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here