Home Berita Peserta Kemah Bakti Pemuda Bersihkan Masjid dan Gereja

Peserta Kemah Bakti Pemuda Bersihkan Masjid dan Gereja

266
0
SHARE
Peserta Kemah Bhakti Pemuda Sleman serahkan bantuan alat kebersihan untuk tempat ibadah (Foto: Ambardi)

SLEMAN, tiras.co – Para pemuda dari berbagai komunitas kepemudaan di Sleman yang mengikuti kemah bakti di kawasan obyek wisata Pulo Sigeni Desa Sendangagung, Kecamatan Minggir, Sleman benar-benar kompak dan memiliki rasa toleran yang tinggi.

Selain ikut gotong royong membangun rumah warga, mereka juga membersihkan sejumlah masjid dan gereja yang ada di sekitar tempat mereka mendirikan tenda kemah.

Kemah bakti pemuda diselenggarakan selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu (19-22/ 9/2019) oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman di Kawasan obyek wisata Pulo Sigeni/ Desa Sendangagung/ Kabupaten Sleman.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan para peserta. Selain mengikuti berbagai kegiatan ceramah dari para pembimbing, para peserta kemah bakti pemuda yang diikuti oleh 100 peserta ini, juga melakukan kegiatan sosal kemasyarakatan.

Diantaranya membersihkan lingkungan kemah, dan ikut gotong royong membangun rumah warga yang sedang mendapat program proyek bedah rumah. Mereka juga bersama-sama membersihkan sejumlah masjid dan gereja yang ada di lingkungan kemah.

Diantaranya, membersihkan Gereja Kristen Jawa di padukuhan Pojok Desa Sendangagung, membersihkan masjid Baitusalam Padukuhan Nalan serta ikut gotong royong membangun masjid di Padukuhan Kisik, Desa Sendangagung.

Mereka juga memberi bantuan berbagai sarana kebersihan tempat ibadah serta memberi bantuan berbagai sarana kerja bhakti kepada pengelola masjid yang sedang dibangun.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dinas Pemudan dan Olahraga Kabupaten Sleman Rahman Subadi kemah bhakti pemuda ini bertujuan membentuk karakter dan kemandirian hidup juga sebagai sarana untuk meningkatkan rasa toleransi antar pemuluk agama yang berbeda.

Melalui cara ini diharapkan semua pemuda di Sleman bisa menghargai berbagai perbedaan, termasuk beda agama. Karena dengan memahami dan menghargai perbedaan, maka suasana menjadi lebih rukun yang akhirnya situasi negera menjadi lebih aman dan tentram.

sementara seorang peserta kemah, Yola Yulinda mengaku, meski dirinya beragama Islam, namun tidak ragu dalam membersihkan gereja. Bahkan dia malah merasa bangga bisa mendapat kesempatan untuk berbakti kepada umat yang beda agama. Hal yang sama juga dikatakan oleh seorang peserta kemah lainya, Andreas Adna.

Menurut Adna, kegiatan bersama dengan pemuda beda agama ini sudah biiasa ia lakukan. Bahkan sebagai umat katolik, ia mengaku sudah sering melakukan kerja bakti membersihkan masjid seperti yang dilakukan saat ini. Andreas adna berharap kegiatan kebersamaan seperti yang dilakukan para pemuda kabupaten Sleman ini bisa ditiru oleh pemuda-pemuda dari berbagai daerah lain, dengan harapan suasana negara menjadi lebih aman. (Ambardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here