Home Berita Persoalan Sampah di DIY Bisa Jadi Bom Waktu

Persoalan Sampah di DIY Bisa Jadi Bom Waktu

384
0
SHARE

JOGJA, tiras.co – Ketua DPRD DI Yogyakarta (DIY) Yoeke Indra Agung Laksana mengingatkan, persoalan sampah bisa jadi bom waktu apabila tidak ada penyelesaian penangananya.

“Apalagi permintaan kamar hotel di DIY sudah lebih banyak dari Bali dan Bandung. Itu akan berdampak luar biasa karena sampah di DIY akan bertambah,” kata Yoeke dalam forum diskusi tema Penanganan Masalah Sampah Dimasa Datang” di DPRD Jalan Malioboro, Selasa (30/4/2019). Acara menghadirkan pembicara Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM Subaryono, dan Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan DIY Kuncara HP.

Yoeke menyampaikan, pihaknya akan mem-back up melalui politik anggaran. Dewan siap karena saya bayangkan empat-lima hari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul ditutup saja, sampah mengerikan menumpuk di pinggiran jalan,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLHK DIY Kuncoro mengamati sapi-sapi di TPST Piyungan saat penutupan lima hari TPST itu pun turut kelabakan. Karena hewan-hewan ternak itu tidak suka makan rumput. “Sapi-sapi di sana kalau dikasih rumput maupun komboran tidak mau. Kalau ada sapi pendatang diserang sampai mati,” ungkapnya.

Menurutnya, sapi yang biasa mencari makan di TPST Piyungan itu ada sekitar 1000 ekor, sedangkan jumlah pemulung yang ada mencapai lebih dari 400 orang. “Kasihan juga karena di situ merupakan pendapatan mereka,” tuturnya.

Di TPST Piyungan ini tiap harinya jadi tempat pembungan sampah, selain dari wilayah Bantul, Sleman juga Kota Yogyakarta. Per hari menerima 600 ton hingga 700 ton sampah.

Sementara Subaryono menyebut persoalan sampah sebagai masalah bersama. Dan menurutnya, persoalan sampah di DIY ini perlu segera diatasi. “Sampah adalah masalah bersama. Kita perlu mendidik masyarakat dari rumah dalam memilah sampah,” katanya. bambang sk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here